Profit Taking Rawan Serang Lantai Bursa

Profit Taking Rawan Serang Lantai Bursa

- detikFinance
Selasa, 19 Jun 2007 08:29 WIB
Jakarta - Pasar saham kemungkinan berbalik arah dan sulit mempertahankan rekor baru. Penyebabnya bursa Wall Street dan regional yang anjlok akan dijadikan kesempatan untuk ambil untung (profit taking).Pada perdagangan saham Selasa (19/6/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berrgerak variatif dengan kecenderungan melemah.Lantai bursa masih mengekor pergerakan bursa global dan regional karena belum ada pelecut dari dalam negeri yang bisa mengangkat indeks.Sentimen emiten baru yang melantai di bursa seperti Sampoerna Agro, Bukit Darmo dan Media Nusantara Citra (MNC) masih sulit melawan gerak regional.Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (18/6/2007), IHSG naik 5,853 poin (0,28%) ke rekor tertingginya 2.126,493.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.Bhakti SecuritiesIndeks pada awal pekan kemarin bergerak variatif dengan ditutup menguat 0,28 persen menjadi 2.126. Kami perkirakan indeks pada perdagangan hari ini akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah akibat minimnya insentif yang melanda pasar. Kisaran pergerakan harian 2.111-2.147. Optima InvestamaIndeks pelan tapi pasti bakal break di 2.150 didukung faktor global regional dan makro dalam negeri seperti laju inflasi dan rupiah yang masih terkendali. Serta maraknya perusahaan baru yang IPO seperti Sampoerna Agro, MNC, dan Perdana Karya.Masih tingginya harga komoditas CPO serta mulainya musim panen raya diperkirakanmembawa sentimen positif ke emiten perkebunan walaupun baru saja dikenakan PEtambahan. Indeks pada hari ini diperkirakan masih positif dengan kisaran2.110-2.140 dengan saham pilihan BUMI, UNSP, BMTR dan BMRI. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads