Pabrik Feronikel Antam Rusak

Pabrik Feronikel Antam Rusak

- detikFinance
Rabu, 20 Jun 2007 10:21 WIB
Jakarta - Baru beroperasi sekitar 5 bulan pabrik FeNI III miliak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kerusakan. Target perseroan untuk memproduksi 20 ribu ton nikel tahun ini kemungkinan terganggu. Kerusakan pabrik FeNI III tersebut berupa kebocoran pada dinding tanur."Kami menyayangkan terjadinya kebocoran kecil metal pada pabrik FeNI III. Kami tengah mengupayakan untuk mengetahui detil kejadian ini dengan investigasi lengkap. Kami tetap mengupayakan untuk dapat mempertahankan target produksi tahun ini sebesar 20 ribu ton nikel dalam feronikel," kata Direktur Operasi Antam, Alwin Syah Loebis dalam pengumumannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (20/6/2007).Alwin menyatakan kebocoran tersebut terjadi Sabtu malam 16 Juni 2007. Dengan kejadian tersebut Antam menurunkan beban listrik dari beban operasi 34 MW menjadi 2 MW.Biaya perbaikan tersebut diprediksi tidak akan memakan dana besar. Perseroan juga telah memberitahukan kerusakan ini kepada kontraktor yaitu konsorsium Mitsui dan Kawasaki Heavy Industries."Antam saat ini tengah mengkaji kemungkinan pengajuan klaim dalam masa warranty period (garansi) kontraktor EPC FeNI III tersebut. Antam jugamengkaji polis asuransi," ujar Alwin.Sebelumnya Antam juga terpaksa menutup dan menunda operasi komersial FeNI III akibat kebocoran metal top hole yang terjadi 1 Juni 2006. Kejadian itu menyebabkan pabrik FeNi III harus ditutup guna perbaikan selama kurang lebih tiga bulan.Proyek FeNI III senilai US$ 320 juta memulai operasi komersialnya 29 Januari 2007. Sampai Mei 2007, Antam telah memproduksi 7.510 ton nikel.Antam tetap mengupayakan target produksi 20 ribu ton nikel tahun ini dengan menggunakan umpan bijih berkadar lebih tinggi pada pabrik FeNI III serta berencana untuk melakukan toll smelting. Untuk mengantisipasi penurunan pendapatan Antam juga akan meningkatkan penjualan bijih nikel untuk memanfaatkan kondisi harga nikel yang tinggi. (ard/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads