Rupiah Perlu Udara Segar
Kamis, 21 Jun 2007 08:46 WIB
Jakarta -
Posisi rupiah diprediksi tetap di kisaran 8.900-an per dolar AS. Rupiah bisa menguat lagi jika ada udara segar seperti insentif positif dari pasar modal dan pergerakan mata uang regional.Minimnya insentif dari dalam negeri membuat rupiah akan bergerak datar. Pada perdagangan valas pukul 08.30 WIB, Kamis (21/6/2007) rupiah ada di posisi 8.910 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 8.915-8.906 per dolar AS.Posisi rupiah pagi ini lebih baik dibanding penutupan perdagangan Rabu kemarin (20/6/2007) di level 8.942 per dolar AS.Sementara mata uang dolar AS pada penutupan Rabu waktu AS, jatuh terhadap poundsterling. Pound menguat ke 1,9929/US$ dibanding hari sebelumnya 1,9886/US$. Pounds menguat karena ada spekulasi suku bunga Inggris naik dalam rapat Bank Sentral Inggris (BoE) kemarin.Namun di menit-menit akhir, Gubernur BoE Mervyn King memutuskan tetap mempertahankan suku bunga Inggris di 5,75 persen dan keputusannya akan dilanjutkan pada Juli nanti. Pelaku pasar memprediksi suku bunga Inggris tahun ini akan berada di kisaran 6 persen. Meski melemah dari pound, namun dolar AS tetap naik terhadap euro dan yen Jepang. Euro pindah ke posisi yang lebih rendah di 1,3404/US$ dari sebelumnya 1,3426/US$. Sementara dolar AS terhadap yen ada di posisi 123,53 yen dari sebelumnya 123,33 yen.Dolar AS tidak banyak bergerak karena minimnya berita ekonomi yang kuat di AS. Akibatnya investor lebih memilih mencermati perkembangan di luar negeri dan menunggu rapat The Fed yang akan dimulai Rabu depan 27-28 Juni 2007. The Fed dalam jangka pendek ini diprediksi tetap mempertahankan suku bunga 5,25 persen.
(ir/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































