Profit Taking Tebas Puncak IHSG
Kamis, 21 Jun 2007 16:15 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan rekor baru ditengah derasnya aksi ambil untung (profit taking) yang melanda saham-saham berkapitalisasi besar.Pada penutupan perdagangan saham Kamis (21/6/2007), IHSG turun 8,734 poin (0,4%) pada level 2.152,340.Investor memilih keluar sejenak dari lantai bursa untuk konsolidasi karena IHSG dinilai sudah terlalu tinggi. Penurunan IHSG juga terimbas melemahnya bursa Wall Street dan sebagian bursa regional.Kenaikan IHSG yang meroket belakangan ini mulai bikin Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) deg-degan. IHSG yang sejak awal tahun telah naik sekitar 17 persen dinilai sudah kemahalan (over price) padahal jumlah emiten di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tidak bertambah signifikan.Indeks LQ-45 turun 2,656 poin (0,59%) pada level 444,864 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,889 poin (0,8%) pada level 357,097.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 57.589 kali, dengan volume 5,318 miliar unit saham, senilai Rp 5,069 triliun. Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 82 saham naik, 110 saham turun dan 70 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top looser antara lain, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 menjadi Rp 7.050, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 200 menjadi Rp 14.250, Astra Internasional (ASII) turun Rp 150 menjadi Rp 16.550, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.100 dan Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 9.750.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Barito Pacific Tender (BRPT) naik Rp 220 menjadi Rp 1.350, Agis (TMPI) naik Rp 100 menjadi Rp 3.400 dan Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB) naik Rp 50 menjadi Rp 1.440.
(ir/ir)











































