Pemerintah Minta Stock Split Semen Gresik Minimal 1:8
Jumat, 22 Jun 2007 14:25 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN berharap rasio pemecahan nilai nominal saham (stock split) PT Semen Gresik Tbk minimal 1 banding 8 (1:8). Hal ini dikatakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (22/6/2007)."Jadi kalau menurut teori saya adalah lebih kecil (nominal saham), lebih baik sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa membeli sahamnya. Mungkin paling sedikit buat saya 1:8, berarti harganya Rp 6.000-an, dan itu cukup likuid, tetapi kalau lebih kecil dari itu lebih baik lagi," jelasnya.Meski begitu Sofyan mengaku, dirinya tidak mau mempengaruhi keputusan perseroan untuk memutuskan kajian stock split-nya. "Jadi pemerintah sendiri belum memutuskan nilai stock split-nya. Jadi bagaimana kita menciptakan pasar lebih likuid, lebih banyak masyarakat yang memiliki saham," ujarnya. Usulan stock split Semen Gresik akan diajukan manajemen dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 28 Juni 2007. Usulan stock split Semen Gresik ini merupakan hasil kajian restrukturisasi modal yang dilakukan oleh JP Morgan, sebagai konsultan perseroan.Sebelumnya Dirut Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan, perseroan tengah mempersiapkan beberapa opsi rasio stock split diantaranya 1:10 atau 1:20 saham.Harga saham Semen Gresik dengan kode perdagangan SMGR pada perdagangan pukul 14.30 JATS, Jumat (22/6/2007) ada di level Rp 46.400 per saham.
(dnl/ir)











































