Bursa Saham Cina Amblas
Jumat, 22 Jun 2007 15:13 WIB
Beijing - Bursa saham Cina kembali dilanda kepanikan. Indeks harga saham Cina merosot hingga 3,29 persen menyusul kabar akan segera keluarnya peraturan baru untuk meredam booming pasar saham Cina.Shanghai Composite Index yang mencakup pencatatan saham seri A dan B pada perdagangan Jumat (22/6/2007) merosot hingga 139,38 poin (3,29%) ke level 4.091,45. Menurut para pialang seperti dikutip dari AFP, kemerosotan indeks saham Cina itu dipicu oleh kecemasan para investor tentang apa saja aturan baru yang akan dirilis tersebut.Para investor yang gugup langsung melepas sahamnya karena takut investasinya akan terkena dampak peraturan baru yang rencananya akan dirilis pekan depan. Mereka menduga kebijakan baru itu adalah kenaikan suku bunga ataupun kebijakan lain yang bertujuan untuk mengurangi likuiditas di pasar finansial Cina. Para investor juga mencemaskan tentang peraturan perpajakan baru yang dirilis oleh pemerintah Cina.Pembuat kebijakan Cina mengumumkan, terhitung mulai 1 Juli, Cina akan memangkas insentif pajak dari 2.800 item barang ekspor. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi pertumbuhan ekspor yang berlebihan, meredam friksi dengan rekanan dagang dan memperlambat pertumbuhan industri energi. Langkah ini sebenarnya bertujuan untuk meredam pertumbuhan ekonomi Cina yang tumbuh terlalu pesat sehingga berpotensi mengalami kepanasan.Perdana Menteri Cina Wen Jiabao pada pekan lalu telah menyatakan bahwa kini sudah saatnya Cina memperlambat perekonomiannya. Hal itu diputuskan setelah melihat surplus perdagangan yang melonjak, aset tetap yang meningkat dan inflasi yang makin meninggi. "Investor mengunci gains menjelang pekan depan karena mereka khawatir pemerintah akan mengeluarkan kebijakan (ketat) baru untuk meredam tingginya inflasi dan pertumbuhan investasi," ujar Cao Yan, analis dari Soochoe Securities."Dalam jangka menengah hingga panjang, tekanan likuiditas mungkin menjadi masalah karena semakin banyak perusahaan yang listing di Shanghai dalam semester II," tambahnya.Bursa saham Cina pada Mei lalu sempat anjlok habis-habisan setelah pemerintah menaikkan pajak saham hingga tiga kali lipat menjadi 0,3%. Namun setelah kekagetan pelaku pasar reda, secara perlahan indeks saham Cina mulai pulih.
(qom/ir)











































