Menneg BUMN Ingin Investigasi Hedging Indosat

Menneg BUMN Ingin Investigasi Hedging Indosat

- detikFinance
Jumat, 22 Jun 2007 15:23 WIB
Jakarta - Pemerintah akan melakukan pemeriksaan terhadap PT Indosat Tbk sehubungan dengan pro dan kontra yang terjadi seputar transaksi derivatifnya. Demikian disampaikan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (22/6/2007). "Saya mau investigasi, yg penting intinya adalah apakah transaksi <>hedging itu normal atau tidak. Kalau normal ya tidak apa-apa, tapi kalau tidak normal itu jadi masalah karena hedging itu normal dalam bisnis, cuma bisa saja hedging itu digunakan dalam rangka transfer pricing, karena itu kita harus hati-hati sekali, karena tidak boleh melarang hedging," jelasnya. Menurutnya hedging itu merupakan upaya perseroan lindung nilai terhadap utang dalam mata uang asing. "Tetapi bisa saja hedging digunakan untuk disalahgunakan. Selama tidak disalahgunakan tidak apa-apa, kalau disalahgunakan tentu saja kita akan (memeriksa), kantor pajak juga akan memeriksa," jelasnya. Dia juga mengatakan bahwa kerugian yang dialami oleh Indosat akibat transaksi derivatif yang dia lakukan memang tidak masuk ke dalam laporan laba rugi perseroan. "Prinsipnya akan dilakukan study secara terbuka dan transparan, sehingga kita bisa tahu apakah ini wajar atau tidak wajar," jelasnya. Meskipun Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) sebelumnya telah menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap laporan keuangan Indosat telah final dan tidak ditemukan adanya kesalahan, Sofyan mengatakan bahwa pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan. "Saya sebagai pemegang saham tetap mencari juga informasi kan, kalau memang Bapepam sudah mengatakan oke, ya dari sisi Bapepam. Tapikan saya tidak tahu apakah penelitiannya sudah memadai atau belum," tuturnya. Selain itu, ketika ditanya bahwa STT sebagai pemegang saham mayoritas Indosat menyatakan tidak akan menjual sahamnya di Indosat, Sofyan mengatakan bahwa pemerintah tidak berniat untuk melakukan buy back terhadap saham Indosat. "Kan begini pertanyaannya adalah apakah perlu ya kan? Di buy back itukan tidak menjadi hal yang penting, saham kita itu Telkom sudah berkuasa sekarang kita perkuat supaya jadi nomor satu bersaing yang penting," tuturnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads