Bapepam AS Rilis Emiten yang Terkait Negara Sponsor Teroris

Bapepam AS Rilis Emiten yang Terkait Negara Sponsor Teroris

- detikFinance
Selasa, 26 Jun 2007 11:52 WIB
Washington - Badan Pengawas Pasar Modal AS atau Securities and Exchange Commission (SEC) merilis nama-nama perusahaan publik yang berhubungan dengan 'negara sponsor teroris'.Dalam situs SEC, akan dipasang sebuah software yang memungkinkan investor mendapatkan informasi secara langsung tentang keterbukaan perusahaan publik berkaitan dengan aktivitas bisnisnya di negara yang dianggap oleh AS sebagai 'sponsor teroris'.Informasi itu didapat berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dilaporkan oleh setiap perusahaan publik ke SEC.Hal tersebut disampaikan Chairman SEC Christopher Cox dalam pengumuman seperti dikutip dari situsnya, Selasa (26/6/2007)."Tidak ada seorang investor yang menginginkan investasi atau dana pensiunnya secara tidak langsung mensubsidi sebuah negara yang merupakan surga teroris atau pemusnah," jelas Cox.Dalam ketentuan yang dirilis sebelumnya, perusahaan terbuka diwajibkan melaporkan setiap aktivitas yang material dinegara yang sudah ditetapkan oleh pemerintah AS sebagai 'sponsor teroris'."Aturan kami adalah untuk membuat informasi yang sudah ada bisa diakses oleh setiap investor publik. Dan juga mempermudah para investor untuk menemukan informasi yang signifikan," tambahnya. Pemerintah AS telah menetapkan lima negara sebagai 'sponsor teroris' yakni Kuba, Iran, Korea Utara, Sudan dan Suriah.Dengan adanya software baru tersebut, investor dapat mengakses melalui sebuah link bertuliskan 'state sponsor of terrorism' di situs SEC. Jika mengklik link tersebut, maka akan keluar daftar negara yang masuk dalam list 'sponsor teroris'.Jika diklik masing-masing negara, maka akan keluar menu sejumlah perusahaan publik yang berdasrkan laporan keuangan tahun 2006 memiliki aktivitas di negara-negara yang disebut AS sebagai 'sponsor teroris' tersebut.Sementara AFP menuliskan, sejumlah perusahaan besar yang memiliki keterkaitan aktivitas di negara 'sponsor teroris' adalah HSBC Holdings, Unilever PLC, BP PLC, Siemens, Deutsche Bank, Total, Mitsubishi UFJ Financial Group. Termasuk juga sejumlah perusahaan dari AS seperti Baker Hughes, Marathon Oil dan Mastercard yang sebelumnya telah mengumumkan adanya aktivitas di Sudan.Namun SEC menegaskan, bahwa masuknya perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut tidak berarti mereka memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung mendukung kegiatan terorisme atau kegiatan lain yang tidak sepantasnya.Link baru itu dibuat setelah Menteri Keuangan AS Henry Paulson pekan lalu mendesak perusahaan-perusahaan AS memutuskan hubungan dengan perbankan Irak dari sistem finansial global. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads