Pasar Modal Harus Dibarisan Depan Dalam Visi 2030

Pasar Modal Harus Dibarisan Depan Dalam Visi 2030

- detikFinance
Selasa, 26 Jun 2007 16:36 WIB
Jakarta - Untuk mendukung Visi Indonesia 2030 yaitu negara maju yang unggul dalam pengelolaan kekayaan alam, maka pasar modal harus maju di barisan paling depan. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Indonesia Forum Chairul Tanjung usai persentasi Visi Indonesia 2030 di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (26/6/2007)."Kalau Indonesia ingin maju, pasar modal harus dikedepankan. Sehingga menjadi lebih luas jadi pasar modal harus maju duluan sebagai instrumen keuangan dan kita harus mencari langkah-langkah untuk itu," jelasnya.Untuk mencapai visi tersebut, menurut Chairul tidak hanya berbicara mengenai target minimal emiten yang harus ada untuk mendukungnya. "Tapi kita bicara adalah pada tahun 2030 minimum ada 30 perusahaan Indonesia yang telah listing masuk ke dalam Fortune 500 Companies," tuturnya.Alasannya, menurut Chairul, karena Fortune 500 Companies adalah peringkat yang dibuat berdasarkan kinerja perusahaannya. "Artinya kalau masuk 30 perusahaan Indonesia, berarti dia sudah bagus dalam pendapatan, dan juga profitnya, memang sekarang belum ada, tapi Telkom bisa masuk, Pertamina juga bisa masuk kalau dia go public," paparnya.Dalam presentasinya dijelaskan bahwa Visi Indonesia 2030 ini ditopang oleh 4 pencapaian utama, pertama adalah masuknya Indonesia dalam 5 besar kekuatan ekonomi dunia, dengan pendapatan per kapita sekitar US$ 18 ribu dan jumlah penduduk sekitar 285 juta jiwa. Kedua, adalah terwujudnya pemanfaatan kekayaan alam yang berkelanjutan antara lain mesuk dalam 10 besar tujuan pariwisata dunia dan tercapainya kemandirian dalam pemenuhan energi domestik.Ketiga, adalah terwujudnya kualitas hidup modern yang merata antara lain ditandai oleh masuknya Indonesia dalam 30 besar indeks pembangunan manusia (HDI) terbaik di dunia. Lalu yang keempat, adalah masuknya paling sedikit 30 perusahaan Indonesia dalam daftar Fortune 500 Companies.Dikatakan dalam presentasi bahwa untuk menuju negara maju tesebut diperlukan 3 tahapan, yaitu pembenahan, akselerasi dan keberlanjutan. Jadi dengan PDB per kapita mencapai US$ 18 ribu pada 2030 dan jumlah penduduk 285 juta jiwa makan PDB Indonesia akan mencapai US$ 5,1 triliun.Prestasi tersebut dapat apabila pertumbuhan riil pada periode 2006-2030 mencapai rata-rata 3 persen per tahun dan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12 persen per tahun.Pada tahun 2030, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia diharapkan dapat membukukan peningkatan yang berarti dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, yaitu sebagai 10 besar tujuan utama pariwisata dunia dengan 40 juta wisatawan mancanegara dengan pengeluaran sekitar US$ 80 miliar. Lalu seiring dengan tersebarnya kegiatan ekonomi dan tersedianya infrastruktur yang lebih merata, pada tahun 2030, masyarakat Indonesia akan memiliki akses yang lebih luas terhadap energi. Hal ini akan menciptakan peluang inovasi serta kondisi ekonomi yang kuat dan fleksibel. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads