Bursa Saham Thailand Masih Simpan Sisa Krisis
Rabu, 27 Jun 2007 09:38 WIB
Bangkok - Eforia membaiknya pasar saham Asia setelah sembuh diterjang krisis tahun 1997, tidak menular ke pasar saham Bangkok.Bursa Thailand masih lesu dan baru bisa mencapai posisi setengah puncak dari badai krisis 10 tahun lalu.Analis saham di Bangkok menyayangkan saham-saham di bursa Thailand yang masih di bawah nilai sebenarnya. Ini karena investor asing enggan masuk akibat hingar bingar politik pasca kudeta militer tahun lalu.Kondisi ini telah membuat bursa saham Thailand menjadi pemain paling buruk di wilayah Asia Tenggara. Tahun lalu bursa saham Thailand kehilangan keuntungan 4,75 persen dan tahun ini hanya bisa tumbuh 9,5 persen.Padahal bursa di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina dan Singapura bisa jauh lebih baik.Bursa saham Thailand juga semakin jauh dari puncak prestasi tertingginya di level 1.753,73 pada 4 Januari 1994. Saat ini indeks STE hanya ada di kisaran 766. Bursa Thailand mencatat posisi terendahnya pada 4 September 1998 di level 207.31.Sementara sejumlah bursa di Asia seperti Cina dan Indonesia justru mencetak rekor-rekor terbarunya di tahun ini."Kami benar-benar setengah jalan untuk bisa kembali ke masa sebelum krisis sedangkan beberapa pasar di Asia seperti Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong dan Cina telah betul-betul sembuh dari krisis," kata Maris Tarab, Direktur Pelaksana ING Funds seperti dilansir dari AFP, Rabu (27/6/2007).Dia melihat kesalahan utama yang membuat pasar saham Thailand jeblok, adalah seringnya pergantian pemerintah dalam waktu singkat, sehingga berdampak pada kegiatan ekonomi yang berjalan lebih lambat.Investor asing pun hanya sedikit menanamkan uangnya di pasar Thailand dibanding negara tetangga yang bisa lebih banyak memberikan keuntungan.Sejak Thailand mengambangkan mata uang bath pada 2 Juli 1997 yang juga diikuti oleh sejumlah negara regional, negara itu telah berganti empat perdana menteri, tiga kali perubahan konstitusi dan satu kali kudeta.Pasar saham Thailand mulai pulih selama lima tahun dalam kepemimpinan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Thaksin merupakan pengusaha telekomunikasi yang memang bertekad memulihkan kejayaan ekonomi Thailand.Namun Thaksin pun tahun lalu digulingkan oleh militer. Thaksin hingga kini masih dikejar-kejar militer Thalaind karena diduga melakukan penjualan saham milik perusahaannya dengan tidak membayar pajak.
(ir/ir)











































