Charoen Bagi Dividen 40%

Charoen Bagi Dividen 40%

- detikFinance
Rabu, 27 Jun 2007 13:47 WIB
Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 62,4 miliar atau 40 persen atas laba bersih tahun 2006 sebesar Rp 157,06 miliar.Demikian disampaikan wakil direktur perseroan Thomas Effendy usai RUPS di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (27/6/2007)."Dividen per sahamnya Rp 38 per saham dan akan didistribusikan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki para pemegang saham termasuk pemegang saham hasil right issue," ujarnya.RUPS juga menyetujui susunan perubahan komisaris dan direksi. Susunan komisaris baru adalah Eddy Susanto Zaoputra sebagai presiden komisaris. Tiga posisi Wapreskom diisi oleh Benjamin Jiaravanon, Jiacipto Jiaravanon, Jialipto Jiaravanon. Serta komisaris independen Ping Perdana Kusuma dan Agus Nasution.Sementara jajaran direksi baru terdiri dari Presiden Direktur Franciscus Affandy, Wapresdir Thomas Effendy dan Vinai Rakphonghairoj, serta direktur Herry Susanto, Peraphon Prayooravong, Jemmy, Eddy Dharmawan dan Fiece Kosasih.Dalam RUPSLB yang dilaksanakan hari ini disetujui pula transaksi pembelian 12,9 juta saham atau mewakili 99,92 persen kepemilikan saham dalam PT Tifa Grain milik PT Central Pertiwi. Pembelian 229,9 ribu saham atau 99,96 persen kepemilikan saham dalam PT Primafood International milik PT Pertiwi Indonesia. Pembelian aktiva tetap berupa tanah seluas 58,4 ribu meter persegi serta penjualan tanah 29,375 ribu meter persegi di Jalan Raya Surabaya-Mojokerto dari dan kepada PT Central Proteinaprima Tbk.RUPSLB juga menyetujui rencana anak perusahaan yaitu PT Charoen Phokpand Jaya Farm untuk mengakuisisi 279,9 ribu saham atau 99,96 persen saham PT Istana Satwa Borneo, 45,5 ribu saham atau 99,98 persen saham PT Satwa Utama Raya, 224,9 ribu saham atau 99,96 persen saham PT Fista Agung Kencana dan 500 saham atau 50 persen saham PT Cipta Khatulistiwa Mandiri dari PT Surya Hidup Satwa. "Transaksi perseroan ini dilakukan sejalan dengan strategi utama dalam menghadapi persaingan usaha dan pertumbuhan di masa mendatang. Pandangan tersebut didasarkan pada pertumbuhan penduduk dan tingkat konsumsi daging dan telur ayam di Indonesia serta efek globalisasi," tambah Thomas.Untuk mencapai dua strategi itu perseroan akan berfokus pada industri agribisnis terintegerasi seperti pakan ternak, dan pembibitan day old chicken(DOC). (ard/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads