Indeks Saham Kedodoran
Rabu, 27 Jun 2007 16:15 WIB
Jakarta - Pasar saham benar-benar kehilangan sentimen positif menyusul aksi tunggu investor internasional terhadap rapat The Fed pada 27-28 Juni. Indeks saham pun kedodoran.Bursa regional kompak berada di teritori negatif mengekor bursa Wall Street yang merah membara. Imbasnya Bursa Efek Jakarta (BEJ) juga tidak luput dari terjangan aksi ambil untung. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (27/6/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 28,204 poin (1,31%) ke level 2.125,338.Investor asing enggan melakukan pembelian saham karena memilih bersikap wait and see menunggu hasil rapat The Fed yang akan memutuskan kebijakan suku bunga The Fed saat ini yang sebesar 5,25 persen."Penurunan indeks yang terjadi lebih disebabkan oleh koreksi teknikal baik dalam maupun luar negeri," kata Alfatih, analis dari BNI Securities ketika dihubungi detikFinance, Rabu (27/6/2007).Indeks LQ-45 turun 5,606 poin (1,26%) pada level 440,400 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,996 poin (1,38%) pada level 355,844.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 39.458 kali, dengan volume 3,343 miliar unit saham, senilai Rp 3,220 triliun. Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 34 saham naik, 162 saham turun dan 47 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top looser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 1.300 menjadi Rp 56.700, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 450 menjadi Rp 9.650, Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 16.700, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 menjadi Rp 6.400 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 3.075. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 300 menjadi Rp 48.000, Total Bangun Persada (TOTL) naik Rp 30 menjadi Rp 780, dan Indofarma (INAF) naik Rp 5 menjadi Rp 295
(ir/qom)











































