Penawaran Saham Indonesia Power Minta Dipercepat
Kamis, 28 Jun 2007 09:52 WIB
Jakarta - Pemerintah mendesak agar penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Indonesia Power dipercepat sehingga bisa meningkatkan nilai perusahaan. Deputi Meneg BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi Roes Aryawijaya menyampaikannya disela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu Malam (27/6/2007). "Pokoknya kita minta dipercepat lah. Secepatnya," ujarnya tanpa menyebutkan waktu pastinya. Ia menjelaskan, desakan itu sudah disampaikan dalam RUPS PLN Rabu kemarin (27/6/2007). Persetujuan IPO Indonesia Power sendiri sebenarnya sudah disetujui pada RUPS sebelumnya dan tinggal menunggu pelaksanaannya saja. Namun ia tak merinci kendala apa yang menghambat hingga sampai sekarang IPO anak perusahaan PLN itu tidak berjalan. "Itu kan sudah lama disetujui, tinggal pelaksanaannya saja," ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah juga meminta PLN menggunakan konsultan independen untuk mengkaji IPO Indonesia Power. Dengan begitu, PLN bisa mendapat masukan terkait IPO Indonesia Power termasuk soal waktu. Roes menambahkan, dalam RUPS PLN pemerintah sebagai pemegang saham PLN menyetujui laporan keuangan PLN tahun 2006. "PLN tahun 2006 rugi bersihnya lebih dari Rp 1 triliun," ungkapnya.
(lih/ir)











































