Pasar Respons Negatif Gagal Bayar Saham Agis
Kamis, 28 Jun 2007 17:08 WIB
Jakarta - Pelaku pasar melihat penundaan pembayaran transaksi saham PT Agis Tbk (TMPI) sebagai gagal bayar, meskipun otoritas Bursa Efek Jakarta (BEJ) mengaku itu bukan gagal bayar.Gagal bayar saham Agis ini dinilai berdampak negatif terhadap pasar saham terutama untuk saham lapis dua dan tiga yang akan semakin dijauhi investor. "Itu kan berarti gagal bayar, buat pemain penundaan itu tentu berdampak negatif karena tidak bisa memindahkan asetnya ke tempat lain," kata pengamat pasar saham Edwin Sinaga ketika dihubungi detikFinance, Kamis (28/6/2007).Saham Agis kembali menghebohkan lantai bursa. Pada perdagangan Rabu kemarin (27/6/2007) saham Agis anjlok 24,39 persen dari Rp 3.075 per saham menjadi Rp 2.325 per saham. Bursa Efek Jakarta (BEJ) pun untuk kesekian kalinya menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham Agis sejak sesi satu perdagangan Kamis (28/6/2007).Sementara Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terpaksa menunda pembayaran transaksi saham selama dua minggu.Menurut Edwin, langkah BEJ untuk menghentikan perdagangan saham Agis sangat tepat karena saham perusahaan elektronik ini sudah terlalu spekulatif."Disuspensi itu jalan terbaik yang bisa dilakukan otoritas karena spekulasinya sudah berlebihan," ujar Edwin.KPEI mengindikasikan ada lebih dari 20 broker yang terlibat dalam transaksi saham Agis dengan nilai di atas Rp 100 miliar. Akibat gagal bayar ini ratusan miliar dana investor pun nyangkut.
(ir/qom)











































