Kisruh Saham Agis
Bapepam Ingin Disiplinkan Pasar
Jumat, 29 Jun 2007 11:06 WIB
Jakarta - Potensi gagal bayar saham PT Agis Tbk (TMPI) kembali menampar pasar saham Indonesia. Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) mengaku akan mendisiplinkan pasar."Kita ingin disiplinkan pasar. Enggak bisa seperti ini. Nanti akan ada policy yang kita ambil," tegas Kepala Bapepam LK, Fuad Rahmany.Hal itu diungkapkan Fuad disela-sela acara pembentukan Forum Stabilitas Sistem Keuangan (FSSK) antara BI, Depkeu dan LPS, Gedung Dhanapala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (29/6/2007).Fuad mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan Bursa Efek Jakarta (BEJ) terhadap pelaku perdagangan saham Agis. "Kita ingin melihat mana yang benar-benar transaksi atau yang semu," katanya."Kita minta mereka (BEJ) segera lapor ke kita. Soalnya SRO (BEJ, KPEI, KSEI) itu kan front liner. Ada policy yang kita ambil. Antara lain dalam aturan transaki terkait anggota bursa," lanjut Fuad.BEJ mensinyalir adanya investor semu yang melakukan transaksi dengan cara menitip pembelian melalui rekening pihak lain. Saham Agis menjadi bulan-bulanan spekulan sehingga pergerakan harganya menjadi tidak wajar. BEJ telah menghentikan sementara (suspensi) transaksi saham Agis sejak sesi satu perdagangan Kamis (28/6/2007).Saham Agis kembali menjadi sorotan pelaku pasar setelah pada perdagangan Rabu 27 Juni 2007 harganya anjlok 24,39 persen dari Rp 3.075 per saham menjadi Rp 2.325 per saham. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terpaksa menunda pembayaran transaksi saham PT Agis Tbk selama dua minggu karena ada ketidakwajaran itu, yang membuat ratusan miliar dana investor nyangkut.
(ir/qom)











































