Telkom Buyback Rp 2 T
Jumat, 29 Jun 2007 21:30 WIB
Jakarta - Karena usulan manajemen ditolak pemerintah, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) hanya akan melakukan program pembelian kembali saham kedua (share buyback II) senilai Rp 2 triliun dari semula yang diusulkan Rp 3,2 triliun.Demikian diputuskan dalam RUPS Tahunan Telkom di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (29/6/2007).Menurut wakil pemegang saham pemerintah Roes Aryawijaya, penolakan usulan manajemen tersebut dikarenakan pengalaman program pembelian saham sebelumnya hanya terserap Rp 1,8 triliun. Sehingga untuk share buyback nilainya sebaiknya dilakukan dikisaran tersebut."Berdasarkan pengalaman buyback I, yang terserap hanya Rp 1,8 Triliun," ujarnya.Dengan nilai tersebut, menurut Direktur Utama Telkom, perseroan hanya akan menyerap saham sebanyak kurang lebih sama atau lebih tinggi sedikit dibanding dengan program pembelian kembali saham I sekitar 215 juta saham.Sebelumnya dengan Rp 3,2 triliun diharapkan saham yang dapat dibeli sebanyak 319,488 juta atau 1,58 persen. Sementara dalam program pembelian saham kembali yang berlangsung dari 22 Desember 2005-21 Juni 2007 perseroan berhasil menyerap 202,790 juta saham atau 1,01 persen dari total saham.Program pembelian kembali saham II ini akan dilakukan di New York Stock Exchange (NYSE) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan periode 18 bulan. Pembelian kembali saham di BEJ akan dilakukan Bahana Sekuritas sementara di NYSE oleh Morgan Stanley.Saham hasil pembelian kembali akan dimasukkan dalam treasury untuk selanjutnya dijual kembali atau dipergunakan untuk kepentingan tertentu. Tujuan pembelian saham ini dimaksudkan untuk meningkatkan manajemen permodalan perseroan dimana pelaksanaannya akan meningkatkan laba per saham (EPS) dan return on equity (ROE) secara berkelanjutan.Sebelumnya usulan manajemen mengenai porsi dividen Telkom tahun buku 2006 sebesar 50 persen juga dipatahkan pemerintah. RUPS menyetujui porsi dividen 2006 55 persen dari laba.Peningkatan porsi dividen dari yang diusulkan semula ini menurut Rinaldi tidak akan berdampak bagi kinerja Telkom."Kemampuan kas Telkom masih mencukupi, dividen tidak berpengaruh. Leverage Telkom juga bagus," ujarnya.
(ard/gah)











































