Kisah Investor Terjegal Agis

Kisah Investor Terjegal Agis

- detikFinance
Kamis, 05 Jul 2007 17:38 WIB
Jakarta - Kisruh saham PT Agis Tbk (TMPI) menyisakan kepahitan buat investor yang harus menanggung rugi alias buntung. Miliaran dana investasi langsung menguap dalam sekejap.Saham Agis yang pada tiga bulan lalu masih tiarap langsung menjadi idola investor dalam dua bulan belakangan. Penyebabnya karena perusahaan elektronik ini akan melakukan sejumlah aksi korporasi seperti akuisisi.Tidak heran kalau investor ngiler melihat prospek saham ini, yang oleh beberapa kalangan pernah ditargetkan bakal mencapai Rp 7.000 per saham.Sayang seribu sayang kenaikan saham yang begitu cepat menimbulkan pergerakan harga yang tidak wajar. Terbukti transaksi saham ini sempat mengalami gagal bayar hingga ratusan miliar rupiah.Beberapa investor masih bisa menyelamatkan diri, sebagian terpaksa melakukan cut loss. Namun sebagian lagi terpaksa gigit jari karena belum jelas investasinya di saham ini, terkait suspensi yang dilakukan Bursa Efek Jakarta (BEJ) sejak 28 Juni 2007. Salah satu investor yang masih bisa menyelamatkan dananya adalah Ferry Latuhihin. Pengamat pasar saham ini mengaku buru-buru menjual saham Agis meski harus rugi Rp 475 juta. Ferry mengaku masih beruntung karena investor lain harus menanggung rugi hingga miliaran rupiah."Saya cut loss Rp 475 juta. Gang saya Rp 4,9 miliar. Saya makan di Rp 4.600 dan jual di Rp 3.200," kata Ferry ketika menjadi pembicara di seminar 'Solusi Online Trading Bagi Investor untuk Mencapai Keuntungan Optimal', di Gedung Annex Building Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/7/2007).Menurut Ferry, ketika harga saham Agis sudah turun Rp 4.200 dirinya mencoba menjual saham di harga Rp 3.800, tapi tidak keburu. "Jatuhnya dapat menjual di Rp 3.200. Tapi saya cuma cut loss segitu dari pada cut loss sampai Rp 3 miliar, kalau saya tidak menjual saat itu juga," katanya.Kasus Agis ini diakui Ferry, telah memberikan efek psikologis yang sangat dalam terhadap emiten perusahaan elektronik tersebut. Emiten itu diperkirakan bakal sulit memulihkan kepercayaan dari investor meski tetap akan melakukan sejumlah aksi korporasi."Dalam pasar saham itu normal terjadi high gain high risk. Cuma yang perlu dilihat fundemantalnya, ada gak alasan saham itu naik tinggi. Kalau ada alasan jelas sudah pastinya bisa untung," tutur Ferry.Menanggapi pertanyaan peserta seminar, kemungkinan adanya sejumlah saham yang akan mengalami nasib seperti Agis, Ferry melihat itu bisa saja "Ada 3-5 saham yang seperti Agis cuma tidak etis bicara di forum," katanya sambil mengingatkan investor. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads