Capex Membengkak, PGN Cari Utangan Baru

Capex Membengkak, PGN Cari Utangan Baru

- detikFinance
Jumat, 06 Jul 2007 15:30 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan mencari utangan baru karena membengkaknya belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk proyek-proyeknya di tahun 2007 dan 2008. Total belanja modal untuk proyek pipanisasi gas Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ) misalnya naik dari US$ 1,18 miliar menjadi US$ 1,36 miliar.Perubahan tambahan biaya capex itu dikarenakan adanya kapitalisasi interest during construction (IDC) sebesar US$ 69,24 juta, pajak atas pipa impor sebesar US$ 30,17 juta, tambahan approved Variation Order (VO) sebesar US$ 38,7 juta dan potential VO yang masih dalam proses evaluasi sebesar US$ 39,93 juta."Kami siap menambah utang baru yang sebagian sudah ditandatangani dan sebagian lagi dalam proses finalisasi," kata Direktur Keuangan PGN Hendi Santoso, dalam jumpa pers rencana kenaikan harga gas di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (6/7/2007). Saat ini menurut Hendi, sudah ada 3-4 institusi keuangan yang siap menambah pendanaan terkait penyelesaian proyek pipanisasi.Total capex itu sumber dananya akan berasal dari sisa hasil IPO, kas internal, sisa penerbitan euro bond, pinjaman ADB US$ 225 juta dan pinjaman bank lokal.Sementara Dirut PGN Sutikno mengatakan, salah satu bank lokal yang sudah berkomitmen menambah pendanaan adalah BNI dari US$ 100 juta menjadi US$ 225 juta."Tapi kita masih lihat karena untuk tenornya BNI minta 10 tahun kita minta 15 tahun, tapi bunganya memang rendah," katanya.Selain BNI, Bank Mandiri juga siap memberikan pinjaman namun belum bisa dirinci besarannya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads