Kenaikan Harga Gas Bisa Bantu Kinerja PGN
Jumat, 06 Jul 2007 15:51 WIB
Jakarta - Kenaikan harga gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) diharapkan dapat menjaga kinerja perseroan, untuk membantu menutupi dampak terlambatnya penyelesaian proyek pipanisasi gas Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ).Salah satu ruas proyek SSWJ yakni jalur pipa Grissik-Pagardewa sepanjang 196 kilometer saat ini terkendala oleh genangan banjir pada KP93-103 ROW di bantaran Sungai Musi, yang menyebabkan penyelesaiannya baru dapat tercapai akhir September atau akhir Oktober 2007. Dirut PGN Sutikno dalam jumpa pers rencana kenaikan harga gas di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (6/7/2007) mengaku belum bisa memastikan dampak keterlambatan penyelesaian proyek tersebut terhadap kinerja perseroan.Namun menurut Sutiko, kenaikan harga gas yang saat ini sedang diformulasikan antara PGN dan pemerintah bisa menjaga kinerja perseroan.Formulasi penetapan harga baru itu diharapkan dapat diselesaikan dalam kurun waktu sebulan sehingga kenaikan harga bisa langsung diterapkan."Diusahakan satu bulan, kalau bisa 15 hari itu lebih baik, jadi bisa segera diterapkan," kata Sutikno.Sementara Dirjen Migas Luluk Sumiarso mengatakan, formula harga gas disusun berdasarkan beberapa faktor seperti biaya perolehan pasokan, operasional, pengembangan, risiko bisnis, peningkatan serta standar mutu.Sutikno juga mengakui bisa saja formula harga baru ini menyebakan harga gas naik melebihi target 10 persen. "Tapi itu kita lihat saja nanti," katanya. PGN akan menaikkan harga gas industri 10 persen dari sebelumnya US$ 5 per MMBTU menjadi US$ 5,5 per MMBTU yang mulai berlaku Agustus 2007.Kenaikan itu disebabkan karena gas yang dibeli PGN dari Pertamina sudah naik 56,9 persen dari US$ 2,55 per MMBTU menjadi US$ 4 per MMBTU.
(ir/qom)











































