Vietnam Idola Baru Investasi
Senin, 09 Jul 2007 15:33 WIB
Jakarta - Vietnam dipilih sebagai lokasi yang paling menarik untuk investasi. Survei Price Waterhouse Coopers (PWC) lebih merekomendasikan Vietnam bukan Cina sebagai tempat investasi yang potensial untuk sektor manufaktur.Sementara Uni Emirates Arab mengalahkan India sebagai lokasi untuk aktivitas bisnis sektor pelayanan.Demikian hasil indeks pasar negara berkembang yang diluncurkan PWC seperti dilansir dari business timesonline, Senin (9/7/2009).Indeks ini menilai 20 lokasi yang menonjol dengan alasan faktor keuntungan, termasuk biaya produksi, ukuran pasar, pajak, biaya transportasi dan tarif, serta faktor risiko.Berbeda dengan hasil survei negara lain yang memfavoritkan Cina dan India, survei ini justru tidak menyebutkan Brasil, Rusia, India dan Cina sebagai lokasi terbaik untuk bisnis manufaktur dan pelayanan.Di sektor manufaktur yang kriterinya adalah 50 persen produknya harus di jual di pasar lokal dan sisanya untuk ekspor. Cina memang menduduki urutan pertama dan tempat kedua dibayangi Vietnam. Tempat lainnya adalah Polandia, Chili, Malaysia, Thailand, India, Afrika Selatan, Hongaria dan Arab Saudi.Meski Vietnam hanya di urutan kedua, namun negara dinilai lebih memiliki daya saing yang tinggi dam sangat kompetitif meskipun risiko juga relatif tinggi."India dan Cina adalah pasar yang penting. Tetapi Vietnam dan Malaysia sekarang sangat serius menjadi lawan beratnya di sektor manufaktur," kata Ian Coleman, Kepala urusan negara berkembang PWC.Untuk bisnis pelayanan, PWC memakai ukuran hanya 10 persen produksi yang diekspor. Models seperti ini lebih akrab sektor pelayanan keuangan. Hasilnya Uni Emirat Arab ada di urutan tertinggi.Diikuti negara lain seperti Saudi Arabia, Korea Selatan, Republik Chezh, Hongaria, Polandia, Rusia, Chili, Kazakhstan dan Malaysia. Sementara India ada di urutan ke-18 karena kesempatan terbatas bisnis pelayanannya.
(ir/qom)











































