Antam dan Krakatau Steel Bikin Perusahaan Bijih Besi
Selasa, 10 Jul 2007 14:07 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengajak PT Krakatau Steel (Persero) untuk mendirikan usaha bersama di sektor pertambangan bijih besi yang berlokasi di Kalimantan Selatan.Demikian diungkapkan oleh Komisaris Utama PT Krakatau Steel Amir Sambodo disela-sela seminar bertajuk 'Reformasi BUMN di Era Indonesia Baru' yang diadakan di Gedung Lembaga Manajeman PPM, Menteng, Jakarta (10/7/2006)."Pada RUPS tahun 2006, pemegang saham telah mengizinkan Krakatau Steel untuk masuk ke sektor pertambangan meskipun minor," ujar Amir."Saat ini sedang dilakukan studi kelayakan mengenai kapasitas bijih besi di wilayah tersebut dan ditargetkan pada bulan Agustus akan selesai studinya," tambah Amir.Amir menjelaskan bahwa berdasarkan riset yang telah dilakukan pertama kali,pertambangan bijih besi di Kalimantan Selatan itu akan mempunyai kapasitas 800 juta ton. "Krakatau Steel sendiri menargetkan 2 juta ton produksi bijih besi pada tahun ini. Pada 2009 target naik menjadi 2,4 juta ton dan di 2013 naik menjadi 10 juta ton per tahun," paparnya.Menurut Amir peluang pasar bijih besi di Indonesia masih sangat lebar, karenakebutuhan bijih besi di Indonesia adalah 6,5 juta ton per tahun.Untuk kerjasama ini, dikatakan Amir bahwa dananya 30 persen akan diperoleh dariinternal dan 70 persen didapat dari pinjaman bank. "Bisa dari Mandiri, BNI atau HSBC, tapi obligasi no!" tegasnya.Menurut kabar yang beredar, kerjasama joint venture kedua BUMN ini akan menelan investasi sebesar US$ 65 juta. Tapi untuk persentase pembagiannya menunggu hasil studi kelayakan yang sedang dilakukan.Sementara mengenai privatisasi, Amir mengatakan bahwa IPO Krakatau Steel baru akan dilakukan tahun 2009. "Sekarang kita sedang restrukturisasi perbaikan anak usaha yang nantinya akan dilepas ke pasar modal," jelasnya.
(dnl/arn)











































