Bukopin Dijual Lagi Tahun 2008

Bukopin Dijual Lagi Tahun 2008

- detikFinance
Senin, 16 Jul 2007 13:13 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana untuk menjual seluruh sisa kepemilikan saham di PT Bank Bukopin Tbk tahun 2008. Saat ini sisa kepemilikan saham pemerintah di Bukopin sebesar 18,4 persen.Penjualan saham pemerintah di Bukopin dilakukan melalui mekanisme market placement. Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam rapat kerja antara Menkeu Sri Mulyani dan Menneg BUMN Sofyan Djalil dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2007)Selain Bukopin, pemerintah berencana menjual saham di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang tidak jadi dijual di tahun ini. Pemerintah akan melepas 30 persen saham melalui mekanisme penawaran umum perdana.Berikut daftar lengkap 16 BUMN yang akan dilepas pemerintah tahun 2008.1. PT Bank Tabungan Negara (dilepas 30 persen melalui IPO)2. PT Bank Bukopin Tbk (18,4 persen market placement dijual semuanya )3. PT Sucofindo (dilepas 30 persen melalui IPO)4. PT Waskita Karya (dilepas 35 persen melalui IPO)5. PT Djakarta Llyod (49 persen divestasi dengan strategic sales)6. PT Sarinah (dilepas 49 persen melalui strategic sales)7. PT Industri Sandang (dilepas 100 persen melalui strategic sales)8. PT Surveyor Indonesia (dilepas 30 persen, IPO)9. PT Sarana Karya (100 persen, dijual semua, strategic sales)10. PT Asuransi Jasa Indonesia, (dilepas 30 persen)11. PT Inti (dilepas 49 persen tetapi ada alternatif lain 100 persen saham negara dijual ke BUMN lain)12. PT Semen Baturaja (dilepas 35 persen melalui IPO)13. PT JIEP (50 persen dijual semuanya strategic sales)14. PT SIER (50 persen dijual semua strategic sales)15. PT Rekayasa Industri (4,97 persen divisetasi melalui IPO atau strategic sales, selain divestasi bisa juga right issue 30 persen tapi harus izin pemegang saham mayoritas yakni PT Pusri)16. PT Krakatau Steel (30 persen dilepas melalui IPO).Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu ketika ditemui di sela-sela rapat menuturkan, penjualan itu belum disetujui DPR."Itu kan baru rencana masih dalam proses, masih kita tunggu mana yang disetujui," ujarnya. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads