Sucofindo Berbenah Jelang IPO 2008
Selasa, 17 Jul 2007 14:36 WIB
Jakarta - PT Sucofindo (Persero) segera berbenah diri mempersiapkan rencana pelepasan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) tahun 2008. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Sucofindo Zafar D Idham usai seminar bertajuk 'Menjadikan BUMN Yang Terpercaya Melalui Praktek GCG' yang diadakan di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta, Selasa (17/7/2007)."Secara formil belum diterima bentuk surat (untuk IPO), tapi saya sudah dapat indikasi dan tentunya kita harus berkonsultasi dengan pemegang saham dalam hal ini kementerian BUMN," kata Zafar. Tentunya lanjut Zafar, akan dibahas mengenai strategi IPO. Seperti tujuan IPO apakah untuk pengumpulan dana, ataukah startegi-strategi lain."Mengingat perusahaan kita adalah perusahaan jasa, jadi tentunya barangkali ada legal yang harus kita penuhi sehingga kalau memang ini dilakukan harus tertata dengan baik," tuturnya. Menurut Zafar, jika memang rencana untuk IPO di 2008 berjalan dengan lancar, rencananya dananya akan digunakan untuk pengembangan usaha dan memenuhi kewajiban-kewajiban. "Kalau pengembangan kita ada fasilitas dari tujuan bisnis baru untuk diperbaiki, terutama laboratorium. Sekarang kita harus lihat kebutuhan bisnis untuk kebutuhan peralatan-peralatan yang lebih canggih, kita juga harus masuk ke fine elemen, karena kalau kita masuk dengan peralatan yang tanggung nanti kita masuknya sedikit ke bisnis saat ini," jelasnya. Sementara untuk kewajiban, Zafar mengatakan bahwa perseroan membutuhkan dana untuk memenuhi kewajiban internal. "Seperti past liability untuk karyawan, jadi sifatnya kewajiban internal," imbuhnya. Zafar mengatakan ke depan perseroan harus lebih meningkatkan kegiatan bisnisnya yang lebih sophisticated."Jadi teknologi base yang kita liat, sehingga investor kita nanti lebih tertarik, intinya kita harus lebih giat lagi karena bisnis ini sudah mulai bergerak," jelasnya. Mengenai kinerja perseroan, Zafar mengatakan di tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar 19 persen. "Tahun 2006 pendapatan kami Rp 870 miliar, sementara laba bersih sekitar Rp 18 miliar," jelasnya.
(dnl/ir)











































