IHSG Masih Gontai
Kamis, 19 Jul 2007 08:40 WIB
Jakarta - Pasar saham global diprediksi akan mengikuti gerak Wall Street yang melemah karena merespons negatif pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke yang menunjukkan ekonomi AS belum segar.Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (19/7/2007) bisa ikut gontai apalagi belum ada sentimen kuat dari negeri yang bisa menggerakkan bursa.Dalam pidatonya di depan Kongres AS, Rabu 18 Juli 2007, Bernanke mengatakan pasar perumahan AS masih diselimuti sejumlah masalah. Sehingga sektor ini masih akan loyo hingga tahun depan.Bernanke juga mengatakan inflasi tetap menjadi fokus ekonomi AS karena merupakan permasalahan besar.Pernyataan Bernanke langsung memukul indeks Dow Jones yang jatuh 53,33 poin ke level 13.918,22. Nasdaq juga kehilangan 12,8 poin ke posisi 2.699 dan Standard & Poor's 500 turun 3,2 poin ke level 1.546,17. Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (18/7/2007), IHSG turun 6,751 poin (0,29%) ke level 2.294,591 karena aksi lepas saham telekomunikasi.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.Bhakti SecuritiesAksi beli selektif terhadap saham ASII dan BMRI pada akhir sesi perdagangan kemarin berhasil menahan laju penurunan indeks akibat aksi profit taking dan menutup indeks melemah tipis 0,3 persen menjadi 2.294. Indeks pada perdagangan hari ini kami perkirakan masih akan bergerak konsolidasi mengikuti arah bursa regional. Kisaran indeks harian 2.280-2.315. Optima InvestamaIndeks sedikit tertekan akibat penjualan TLKM sebagai antisipasi keluarnya data ekonomi di Amerika. Indeks akan kembali tertekan apabila data yang keluar kurang bagus namun berpeluang rebound apabila terjadi sebaliknya. Saham berbasis komoditas relatif aman dan menjadi pilihan yang menguntungkan ditengah ketidakjelasan sentimen pasar global. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.280-2.300 dengan saham pilihan BUMI, UNSP, TINS dan PTBA.Recapital Securities IndonesiaPelaku pasar masih akan menunggu sentimen dari laporan keuangan semester I-2007 yang mulai dipublikasikan. Kondisi ini membuat IHSG masih berpotensi untuk tertahan di kisaran konsolidasi 2.275-2.320. Posisi buy on weakness sebaiknya dilakukan pada saham-saham blue-chips yang turun tanpa diiringi adanya volume yang memadai
(ir/ir)











































