IPO Elnusa Berjalan Mulus
Jumat, 20 Jul 2007 09:26 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN sudah memberikan sinyal untuk tidak merintangi rencana pelepasan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) anak usaha Pertamina yaitu PT Elnusa. Hal ini diungkapkan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil usai Rapat Koordinasi para menteri dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Menteri Keuangan, Gedung Dhanapala, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis malam (19/7/2007). "Tidak perlu minta izin (pemerintah), karena saham pemerintah (melalui Pertamina) kan hanya 51 persen di situ, tapi kan sebenarnya prinsipnya kalau itu (IPO) untuk pengembangan usaha kenapa tidak," jelasnya. Sofyan mengatakan bahwa pemerintah tidak kuatir jika nanti IPO Elnusa dilakukan, saham pemerintah akan terdilusi. "Kan bukan berarti kepemilikan kita harus terus mayoritas dong, kalau hal-hal yang tidak terlalu penting, yang penting perusahaan tumbuh berkembang semua diuntungkan. Lebih baik kita memiliki minoritas tapi perusahaan tumbuh 100 persen, daripada mayoritas tapi tumbuhnya hanya 10 persen," tuturnya. Sementara Direktur Utama Pertamina Ari Sumarno yang ditemui wartawan Kamis kemarin mengatakan bahwa rencana IPO Elnusa sudah disetujui di dalam RUPS yang dilakukan. "Cuma sebelum itu kita harus melakukan persiapan-persiapan internal dari Elnusa sendiri supaya kita mendapatkan nilai paling baik dan optimal bagi Elnusa. Jadi kita tidak terburu-buru karena yang penting intent-nya sudah ada dan sedang dipersiapkan ke arah itu (IPO)," ujarnya.Saat ditanya apakah target penambahan modal melalui IPO Elnusa adalah sebesar US$ 30 juta, Ari belum mengetahui. "Kalau bisa lebih dari itu," tambahnya. Ketika ditanya apakah kepemilikan saham Pertamina akan terdilusi, Ari mengatakan bahwa nanti akan banyak pilihan strateginya. "Tapi persetujuan resmi dari pemerintah belum ada," imbuhnya. Memang rencana sebelumnya Elnusa akan melakukan IPO di tahun ini dengan melepaskan sebanyak 20 persen sahamnya ke pasar. Komposisi kepemilikan saham Elnusa saat ini adalah PT Pertamina (Persero) 51,38 persen, PT Tri Daya Esta 46,44 persen, Danareksa Daiwa Nif Ventures 1,94 persen, karyawan Elnusa 0,16 persen, Yayasan Hari Tua Elnusa 0,07 persen serta koperasi karyawan Elnusa 0,01 persen.
(dnl/ir)











































