BI Yakin Rupiah Masih Perkasa

BI Yakin Rupiah Masih Perkasa

- detikFinance
Jumat, 20 Jul 2007 17:30 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan rupiah yang terjadi beberapa hari lalu tidak terlalu mengkhawatirkan. Menurut BI, pelemahan ini hanya bersifat sementara.Hal ini ditegaskan Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin disela-sela pelantikan direksi BUMN di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/7/2007)"Sekarang kan sudah bagus, tadi saya lihat sudah 9.050 makanya ini lebih banya sifatnya temporer," ujar Aslim.Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah ditutup pada level 9.060 per dolar AS, atau menguat dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.090 per dolar AS,Menurut Aslim, pelemahan rupiah kemarin disebabkan adanya tekanan faktor teknis yakni aksi ambil untung pelaku pasar (profit taking)."Mereka kan berdagang juga. Mereka jual kalau harganya lebih mahal," kata Aslim.Menurutnya, yang perlu diperhatikan saat ini yakni bagaimana menjaga fundamental ekonomi tetap baik. Karena hal tersebut juga berdampak bagi kondisi nilai tukar rupiah."Rupiah akan tetap positif sepanjang indikator makro kita jaga, infkasi kita jaga," tambahnya.Diakuinya juga faktor regional memang mempengaruhi nilai tukar rupiah, namun nilai tukar dolar AS dibanding mata uang negara lain juga mengalami pelemahan karena ada kerugian dari subprime mortgage."Itu faktor yang negatif terhadap dolar AS. Namun di satu sisi, fundamental kita bagus, neraca pembayaran bagus," kata Aslim.Dengan fundamental ekonomi yang bagus tersebut, resiko negara (country risk) turun sehingga rupiah akan stabil dan cenderung terapresiasi."Kalaupun ada koreksi terhadap nilai tukar rupiah itu hanya bersifat sementara jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tegasnya. (ard/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads