Rupiah Dalam Tekanan Demand
Senin, 23 Jul 2007 08:53 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali dalam tekanan mendekati akhir bulan. Permintaan dolar terutama dari importir diprediksi akan mendorong pelemahan rupiah kembali.Pada perdagangan Senin (23/7/2007), rupiah dibuka langsung lemas di level 9.100/9.105 per dolar AS. Posisi tersebut berarti melemah dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.060 per dolar AS.Aksi 'rutin' borong dolar menjelang akhir bulan ini telah mulai nampak pada akhir pekan lalu. Namun aksi borong dolar itu masih mampu tertutupi oleh capital inflow yang terus mengalir ke pasar modal dan obligasi Indonesia. Sementara dolar AS hingga akhir pekan lalu juga masih terkulai terutama atas euro. Kekhawatiran pelaku pasar atas melemahnya pasar perumahan AS membuat dolar masih terpuruk di posisi terendahnya atas mata uang tunggal euro.Pada akhir pekan lalu, euro kembali berkuasa ke level 1,3820 dolar, dari sebelumnya di level 1,3802 dolar. Pelemahan dolar tersebut diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga pekan ini."Tanpa data ekonomi baru, satu-satunya hal yang dapat meredam pasar uang adalah pembalikan di pasar modal AS," ujar Kathy Lien, analis dari Forex Capital Markets seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































