Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ditopang oleh sejumlah saham konglomerasi atau sejumlah kelompok perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.
Saham-saham tersebut di antaranya milik grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan emiten milik Toto Sugiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (28/8/2025), DCII dan DSSA menjadi penopang terbesar IHSG, dengan masing-masing kontribusi sebesar 22,79 poin dan 8,24 poin. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, apakah kondisi ini sehat bagi pergerakan IHSG?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan kondisi ini merupakan hal wajar. Pasalnya, beberapa tahun lalu IHSG juga sempat ditopang oleh pergerakan saham-saham milik emiten tembakau.
"Kalau kita lihat dari waktu ke waktu, itu kan selalu berubah. Kita ingat kalau yang sudah ada di market 20 tahun yang lalu. Sebagai index movernya itu, pada saat itu misalnya adalah industri rokok, Sampoerna, Gudang Garam. Saat itu juga ditanya, baik apa nggak nih begini," terang Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Kemudian, terang Jeffrey, penggerak IHSG bergeser ke sektor perbankan sejak 10 tahun terakhir. Menurutnya, ada perubahan tren seiring terjadinya pergeseran penopang IHSG. Bahkan ia pun menganggap emiten konglomerasi sebagai penopang ini adalah hal yang wajar terjadi.
"Jadi, dari waktu ke waktu memang ada perubahan trend. Bahkan sekarang kalau kita lihat, mungkin akan ada pergeseran tidak lagi soal sektoral, tetapi konglomerasi grup. Misalnya kalau BUMN, nanti semua yang bergerak misalnya BUMN. Dari grup konglomerasi tertentu, itu analisisnya menjadi bukan per sektor, tetapi per grup. Jadi perubahan-perubahan di pasar itu memang harus kita ikuti," terangnya.
Jeffrey menambahkan, tidak ada sektor yang pasti sebagai penopang pergerakan IHSG dalam pergerakan IHSG jangka panjang. Ia pun meminta seluruh pihak untuk terus memahami mekanisme pasar.
"Jadi fenomena seperti itu, ya harus kita ikuti, harus kita pahami. Jadi pertanyaannya atau jawabannya pun bukan ini soal baik atau tidak baik, tapi memang pasar itu berevolusi seperti itu," pungkasnya.
Tonton juga video "Apakah Pemotongan Suku Bunga September Bisa Mendongkrak IHSG?" di sini:
(hns/hns)