Laba XL Semester I Turun 17%
Selasa, 24 Jul 2007 12:28 WIB
Jakarta - Perusahaan telekomunikasi, PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) mencatat penurunan laba bersih semester I-2007 hingga 17 persen, meski dari sisi pendapatan mengalami kenaikan 28 persen.Naiknya beban usaha, beban bunga dan dibukukannya rugi kurs menjadi penyebab penurunan laba bersih pada enam bulan pertama tahun 2007.Demikian laporan laba rugi konsolidasi XL yang belum diaudit dan diperoleh detikFinance dari situs XL, Selasa (24/7/2007).Laba bersih semester I-2007 sebesar Rp 297,568 miliar atau turun 17 persen dibanding semester I-2006 yang sebesar Rp 358,487 miliar. Laba bersih per saham (EPS) juga turun menjadi Rp 42 per saham dari sebelumnya Rp 51 per saham.Sementara pendapatan usaha kotor mencapai Rp 3,665 triliun dibanding semester I-2006 yang sebesar Rp 2,853 triliun.Beban usaha yang paling meningkat terlihat untuk kebutuhan infrastruktur dan biaya penyusutan. Meski begitu perseroan tetap mencatat kenaikan laba usaha 43 persen menjadi Rp 718,475 miliar dibanding semester I-2006 yang sebesar Rp 501,265 miliar. Sementara dalam siaran pers, Selasa (24/7/2007) Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan, selama semester pertama tahun 2007, XL telah membangun lebih dari 1.600 BTS. Dengan demikian per tanggal 30 Juni 2007, XL telah memiliki hampir 9.000 BTS di seluruh Indonesia dengan jangkauan 85 persen penduduk Indonesia. XL telah membelanjakan belanja modal sebesar Rp 2,9 triliun pada semester pertama tahun 2007, yang lebih tinggi daripada belanja modal semester pertama tahun 2006 yaitu Rp 2,3 triliun untuk membangun jaringan tersebut."Jumlah BTS kami yang didalamnya sudah termasuk 3G Node B, telah meningkat 59 persen dari 5.606 BTS pada semester pertama 2006 menjadi 8.936 BTS pada semester pertama 2007," ungkap Hasnul.XL juga mencatat pendapatan dari pulsa (ARPU) pada semester pertama tahun 2007 meningkat menjadi Rp 46 ribu dari Rp 43 ribu pada semester pertama tahun 2006.Hasnul menjelaskan untuk semester kedua tahun 2007, XL telah menyiapkan sejumlah inisiatif. Seperti mempersiapkan untuk mengikuti tender lisensi SLI dan berpartisipasi di proyek Palapa Ring yang akan membangun jaringan backbone di kawasan Indonesia Timur. Mayoritas saham XL dimiliki oleh Telekom Malaysia (TM), perusahaan BUMN Malaysia yang sahamnya mencapai 67 persen.
(ir/qom)











































