Kena Imbas Wall Street, IHSG 'Batuk-batuk'
Jumat, 27 Jul 2007 16:13 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terguling atas anjloknya bursa saham di Wall Street. Pasar saham regional menjadi terbatuk-batuk terkena aksi jual besar-besaran. Pada penutupan perdagangan saham akhir pekan Jumat (27/7/2007), IHSG terpuruk dalam hingga 66,849 poin (2,83%) ke level 2.298,414.Analis dari Optima Investama, Ikhsan Bintaro mengatakan anjloknya indeks lebih karena faktor global. Anjloknya bursa Wall Street karena kekhawatiran atas buruknya pasar subprime (kredit perumahan) di AS menjadi penyebab utamanya."Pelaku pasar khawatir kalau ekonomi AS buruk maka bisa menular ke negara lain yang banyak melakukan ekspor ke AS," kata Ikhsan ketika dihubungi detikFinance, Jumat (27/7/2007).Saat ini investor memilih untuk meninggalkan pasar saham sejenak karena kecenderungan bursa global yang turun."Tapi sebenarnya untuk dalam negeri kita masih punya fundamental yang kuat baik dari sisi makro ekonomi maupun kinerja emiten," ujarnya.Ikhsan menilai penurunan indeks ini hanya bersifat sementara, karena potensi IHSG untuk kembali positif terbuka lebar dengan melihat faktor dalam negeri. Indeks LQ-45 turun 14,874 poin (3,04%) pada level 473,908 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 12,038 poin (3,1%) pada level 376,593.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 72.325 kali, dengan volume 7,194 miliar unit saham, senilai Rp 6,304 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 44 saham naik, 198 saham turun dan 30 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 700 menjadi Rp 18.150, Telkom (TLKM) turun Rp 300 menjadi Rp 10.450, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 menjadi Rp 3.525, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 200 menjadi Rp 9.000 dan Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 200 menjadi Rp 4.200. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Dayaindo Resources International (KARK) naik Rp 100 menjadi Rp 670, United Tractors (UNTR) naik Rp 50 menjadi Rp 8.750 dan Multipolar (MLPL) naik Rp 11 menjadi Rp 145.
(ir/qom)











































