Pasar Finansial Dunia Jeblok, Thailand Serukan Kerjasama
Sabtu, 28 Jul 2007 14:48 WIB
Bangkok - Anjloknya pasar finansial global yang dipicu rontoknya Wall Street menjadi keprihatinan sejumlah negara. Thailand yang sebelumnya menjadi sumber krisis tahun 1997 silam, menyerukan adanya kerjasama global.Seruan itu disampaikan oleh Menkeu Thailand Chalongphob Sussangkarn, Sabtu (28/7/2007) menyusul anjloknya bursa saham Thailand hingga 2 % pada perdagangan kemarin."Isu pengelolaan mata uang dan aliran modal adalah isu perekonomian yang paling penting dihadapi Thailand saat ini. Solusi yang efektif untuk meredam gejolak finansial ini tidak akan dicapai melalui kebijakan negara-negara yang terpisah," ujarnya seperti dikutip dari AFP.Thailand sendiri kini tengah berjuang keras untuk meredam laju penguatan baht seiring membanjirnya capital inflow. Posisi baht bahkan kini masih berada di level tertingginya atas dolar AS dalam 10 tahun.Penguatan baht yang cukup tajam itu menjadi pukulan bagi eksportir Thailand. Padahal para eksportir itu sebelumnya telah 'menderita' akibat berbagai goncangan politik menyusul kudeta pada September 2006.Chalongphob mengungkapkan, selama Juli, capital inflow yang mengalir ke Thailand telah mencapai lebih dari US$ 1 miliar."Aliran modal masuk ini telah menguji kemampuan pejabat kami untuk mengelola mata uang," jelas Chalongphob yang tetap optimistis terhadap perekonomian negaranya itu.
(qom/qom)











































