Keluarkan Biaya Pesangon, Laba Sampoerna Agro Berkurang

Keluarkan Biaya Pesangon, Laba Sampoerna Agro Berkurang

- detikFinance
Selasa, 31 Jul 2007 08:51 WIB
Jakarta - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mencatat penurunan laba bersih hingga 67% menjadi Rp 39,6 miliar pada semester I-2007. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, Sampoerna Agro mampu mencatat laba bersih Rp 59,4 miliar.Menurut siaran pers dari perseroan yang diterima detikFinance, Selasa (31/7/2007), turunnya laba bersih tersebut disabebkan karena adanya biaya pesangon sebesar Rp 37,7 miliar sebagai akibat dari pergantian pemegang saham mayoritas di bulan Januari 2007.Penurunan laba bersih juga disebabkan karena adanya beban bunga sebesar Rp 46,0 miliar yang sebagian besar untuk pinjaman sebesar US$ 100 juta dari Credit Suisse. Perseroan juga harus mengeluarkan pembayaran bonus karyawan sebesar Rp 11 miliar di bulan Februari 2007."Secara umum kinerja perusahaan menunjukkan tren positif dari segi penjualan dan laba usaha selama semester pertama tahun 2007. Kami optimis bahwa laba akan meningkat di semester kedua 2007 dengan adanya puncak produksi di semester kedua tahun 2007," kata Goh Cheng Beng, Direktur Utama Sampoerna Agro."Selain itu juga tidak adanya beban biaya one-time seperti yang terjadi di kuartal pertama tahun 2007, dan telah dilunasinya pinjaman dari Credit Suisse sebesar US$100 juta yang akan mengurangi beban bunga," tambahnya. Selama semester I-2007, Sampoerna Agro mencatat penjualan bersih sebesar Rp 541 miliar, naik 10% dibandingkan periode yang sama di tahun 2006. Kenaikan penjualan bersih ini disertai dengan kenaikan laba usaha selama semester pertama tahun 2007 sehingga mencapai Rp 140 miliar, atau 38% lebih tinggi dari periode sebelumnya yaitu Rp 101,4 miliar.Kenaikan laba usaha ini terutama disebabkan karena kenaikan tingkat ekstraksi minyak sawit dan tingginya harga CPO walaupun tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan menurun akibat musim kering di semester kedua tahun 2006.Produksi TBS pada semester pertama tahun 2007 mencapai 389.138 ton dan produksi CPO sebesar 83.836 ton. Perseroan memproyeksikan produksi TBS sekitar 680.000 ton selama semester kedua tahun 2007 dengan puncak panen produksi yang diperkirakan terjadi di kuartal ketiga dan keempat tahun 2007.Dampak penurunan harga CPO akibat kenaikan pajak ekspor dapat dikurangi oleh Sampoerna Agro dengan besarnya kontribusi tandan buah segar yang dihasilkan petani plasma. Hal ini disebabkan karena harga beli tandan buah segar dari petani plasma dihitung berdasarkan formula harga CPO di pasaran domestik yang tidak dikenakan pajak ekspor dan dengan demikian Sampoerna Agro memperoleh marjin yang relatif stabil. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads