Harga Saham Secondary Offering BNI Rp 2.050
Selasa, 31 Jul 2007 13:59 WIB
Jakarta - Pemerintah akhirnya memutuskan harga saham secondary offering PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Rp 2.050 per saham.Demikian penjelasan Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam jumpa pers di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (31/7/2007).Harga saham tersebut merupakan harga minimal dari kisaran yang ditawarkan semula antara Rp 2.050-2.700 per saham.Namun harga secondary offering ini lebih tinggi dari harga saham untuk rights issue Rp 2.025 per saham. Saham yang dilepas dalam secondary offering 3,95 miliar. Terdiri dari 1,5 miliar saham milik negara dan 1,974 miliar saham negara hasil penawaran umum terbatas II dan 474 juta saham yang ditawarkan melalui opsi penjatahan lebih. Sementara untuk rights issue BNI, saham yang dilepas 1,992 miliar saham seharga Rp 2.025.Dengan harga saham secondary offering Rp 2.050 tersebut maka dana yang bisa diraup sekitar Rp 8,1 triliun.Sementara dalam siaran pers, Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian BUMN Herman Hidayat mengatakan, dana perolehan Rp 8,1 triliun akan dibagi antara pemerintah untuk memenuhi kebutuhan APBN dan BNI untuk memperkuat struktur permodalan dan pengembangan usaha.Penawaran saham ini, lanjut Herman, adalah proses privatisasi yang pertama yang dilakukan pemerintah saat ini. Ini juga melakukan penawaran umum yang terbesar di Indonesia, jika ditinjau dari nilai tukar rupiah sejak IPO Telkom tahun 1995.Transaksi ini diikuti oleh investor institusi internasional baik dari Asia, Amerika dan Eropa serta investor domestik.
(ir/qom)











































