Perusahaan Multifinance Masuki Tahun Pencerahan
Selasa, 31 Jul 2007 16:56 WIB
Jakarta - Kinerja perusahaan multifinance (perusahaan pembiayaan) tahun 2007 akan masuk masa pencerahan setelah menurun di tahun 2006 akibat kondisi makro ekonomi yang kurang mendukung.Tanda-tanda pencerahan ini mulai terlihat seiring dengan tren penurunan suku bunga. Hal ini dikatakan oleh Direktur Biro Riset InfoBank Eko B. Supriyanto dalam jumpa pers 'Rating 137 Multifinance Versi InfoBank 2007' di Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (31/7/2007). "Tahun 2007 ini diperkirakan multifinance akan mampu merebut pasar pembiayaan konsumen sebesar Rp 77 triliun sampai Rp 88 triliun dari pasar otomotif yang diperkirakan sebesar Rp 150 triliun," tandasnya. Dia mengatakan bahwa beberapa pelaku industri multifinance berani mengatakan akan ada pertumbuhan sekitar 30 persen di tahun 2007 ini."Tren penurunan suku bunga dan penuhnya likuiditas bank-bank, bakal mendorong bisnis multifinance di 2007, kegiatan joint-financing juga bakal meningkat antara bank dan multifinance, meskipun bank juga melihat secara teliti mana multifinance yang sehat," tuturnya. Eko juga mengatakan bahwa di 2007 nilai pasar pembelian motor dan mobil akan mencapai Rp 150 triliun dengan asumsi penjualan mobil di tahun ini sebesar 450 ribu unit dan 5 juta unit untuk sepeda motor. Dengan ditambah pembelian mobil bekas sebesar 50 persen untuk paruh pertama tahun inidan pembiayaan sepeda motor sudah sekitar 2,2 juta unit. "Sementara cara pembelian mobil dan motor, 80 persen dengan cara berutang, dan 20 persen cash dengan memperhitungkan down payment sebesar 20 persen, maka multifinance akan mampu menyerap sebesar Rp 77 triliun, tahun 2007 ini multifinance mempunyai pasar lebih dari separuh pasar otomotif baik bekas maupun baru," ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia) Wiwie Kurnia mengatakan bahwa dengan keadaan ekonomi makro yang membaik industri multifinance akan lebih tumbuh lagi."Akan tetapi target kami lebih konservatif, dengan total pembiayaan sebesar Rp 130 triliun hingga akhir tahun 2007, dengan angka pertumbuhan 40 persen, sementara di semester I 2007 ini, perkiraan total pembiayaan adalah Rp 60 triliun," jelasnya.
(dnl/ir)











































