Multifinance Minta Pajak Ganda Dihapuskan
Selasa, 31 Jul 2007 18:56 WIB
Jakarta - Perusahaan multifinance minta pemerintah menghapuskan aturan pajak ganda untuk bisnis pembiayaan karena membebani perusahaan multifinance. Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia) Wiwie Kurnia dalam jumpa pers Rating 137 Multifinance versi InfoBank 2007 di Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (31/7/2007). "Kami (APPI) ingin agar aturan sales and lease back (pajak ganda) dihapuskan dalam RUU pajak yang baru ini, hal ini menjadi masalah yang dihadapi industri pembiayaan dan kami sudah menyampaikannya kepada pemerintah yaitu Bapepam LK dan Dirjen Pajak selaku regulator," ujarnya. Menurutnya jika aturan sales and lease back ini dihapuskan, maka kinerja perusahaan multifinance akan semakin meningkat. "Seiring dengan kondisi makro ekonomi yang membaik, dimana tren suku bunga yang terus menurun," jelasnya. Selain itu Wiwie juga membahas mengenai peranan perbankan, dimana perbankan juga mulai masuk kepada bisnis pembiayaan khususnya KKB (Kredit Kendaraan Bermotor). "Saya kira perbankan masuk ke bisnis multifinance menjadi dinamika tersendiri, akan tetapi masing-masing mempunyai porsi tersendiri dimana perbankan melakukan pembiayaan secara grosir, dan multifinance secara eceran," tuturnya. Dari situ menurut Wiwie, multifinance-lah yang paling mengetahui kebutuhan pasar eceran pembiayaan dengan proses persyaratan pembiayaan yang cepat dibandingkan dengan bank, meskipun dari segi suku bunga, multifinance lebih tinggi. Pada kesempatan yang sama, Direktur Biro Riset InfoBank Eko B. Supriyanto mengatakan bahwa multifinance tidak perlu kuatir dengan masuknya perbankan ke sektor KKB. "Orang tetap pilih multifinance karena proses yang cepat, jadi 80 persen orang membeli mobil lewat multifinance karena prosesnya yang cepat," jelasnya.Wiwie juga menjelaskan potensi perkembangan pembiayaan alat-alat berat di tahun 2007 akan meningkat seiring dengan maraknya proyek-proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah. "APPI memperkirakan target pembiayaan alat-alat berat hingga akhir tahun 2007 adalah sebesar Rp 15-20 triliun, alat-alat berat ini merupakan prospek positif dari multifinance, tapi jika masalah pajak ganda ini selesai," imbuhnya.
(dnl/ir)











































