Pelemahan Wall Street Membayangi

Pelemahan Wall Street Membayangi

- detikFinance
Rabu, 01 Agu 2007 08:13 WIB
Jakarta - Tanda-tanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membaik sebenarnya sudah mulai tampak sejak perdagangan awal pekan. Namun merosotnya kembali bursa-bursa di Wall Street membuat IHSG kembali terancam posisinya. Pada perdagangan Rabu (1/8/2007), IHSG diprediksi akan kembali menguat terbatas. Saham-saham yang 'tahan banting' seperti sektor komoditas masih akan diburu.Investor kembali waspada setelah Wall Street kembali dilanda aksi jual, meski sebelumnya sempat membaik. Wall Street merosot lagi setelah adanya kabar pelemahan sektor perumahan akan memberikan dampak yang luas. Sehingga data-data perbaikan ekonomi AS dan membaiknya laporan keuangan emiten AS diabaikan.Pada perdagangan kemarin, Dow Jones Industrial Average yang sempat naik hingga 3 digit akhirnya ditutup merosot hingga 146,32 poin (1,1%) ke level 13.211. Nasdaq juga turun 37,01 poin (1,43%) ke level 2.546,27 dan Standard & Poor's 500 index turun 18,64 poin (1,26%) ke level 1.455,27.Berikut rekomendasi saham hari ini:Bhakti Securities:Indeks di hari kedua perdagangan pekan ini kembali menguat tajam 2,05% menjadi 2,348 mengikuti positifnya bursa regional. Perdagangan hari ini kami perkirakan masih berpeluang menguat mengantisipasi keluarnya laporan inflasi bulan Juli. Perkiraan kisaran indeks harian 2,333-2,375. Recapital:Masih berlanjutnya rebound pada indeks-indeks regional diperkirakan akan membawa IHSG untuk menguji resisten dari gap di level 2354. Meski penembusan atas resisten ini akan membuka peluang IHSG untuk kembali ke resisten psikologis 2400, pelaku pasar sebaiknya hati-hati karena potensi kenaikan untuk indeks regional, sepertinya masih terbatas. Optima Investama:Penguatan indeks masih berlanjut seiring bursa global yang menguat.Namun kemungkinan kembali koreksi masih ada karena hari ini banyak data penting yang dirilis di AS yang sangat mempengaruih Dow. Dari domestik sendiri pasar menunggu data inflasi disamping rilis laporan keuangan para emiten.Saham berbasis komoditas diperkirakan lebih aman untuk kondisi pasar saat ini. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.330-2.360 dengan saham pilihan: TINS, UNSP, BUMI dan PGAS. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads