IHSG Anjlok Karena 2 Faktor
Rabu, 01 Agu 2007 15:16 WIB
Jakarta -
Turun naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara tajam dalam beberapa hari terakhir dipicu karena dua faktor utama.Pertama, pasar global yang sedang labil akibat ekonomi AS yang melemah. Kedua, adalah faktor minimnya stok saham-saham bagus dan berkapitalisasi besar di Bursa Efek Jakarta (BEJ).Jika faktor pertama susah dilawan, maka faktor kedua seharusnya ada solusinya dengan memperbnayak jumlah saham bagus di BEJ. Demikian diungkapkan oleh Direktur Eksekutif PT Danareksa (Persero) Harry Wiguna, disela acara paparan publik obligasi Danareksa di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Rabu (1/8/2007). "Kalau kita lihat saham yang berkapitalisasi besar dan bagus itu sedikit, sementara likuiditas besar, itu yang menyebabkan tidak adanya pilihan," kata Harry.Kondisi itu menurut Harry, menyebabkan IHSG dan harga saham terus merangkak naik sejak beberapa bulan lalu karena tidak adanya barang baru di pasar dan akhirnya investor memburu saham-saham yang ada saja. Namun kata Harry, investor kini menyadari beberapa harga saham sudah over value."Kemarin kan indeks naik terus, orang juga mulai bertanya kapan turunnya, orang juga ada yang melihat beberapa saham sudah ada yang over value," tutur Harry.Harry mencontohkan stok saham yang bagus dan berkapitalisasi besar hanya terlihat dari porsi saham perusahaan BUMN, yakni sebanyak 40 persen dari total kapitalisasi pasar. Padahal perusahaan BUMN yang tercatat di bursa tidak banyak.Agar pasar lebih stabil Harry menyarankan agar stok saham bagus dan berkapitalisasi besar ditambah. "Saham-saham berkapitalisasi besar perlu ditambah di bursa," tandas Harry.
(ir/qom)










































