Wall Street Masih Mencemaskan
Kamis, 02 Agu 2007 08:36 WIB
Jakarta - Sedikit membaiknya bursa saham di Wall Street memberi sedikit pencerahan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi jual besar-besaran diprediksi akan mulai reda.IHSG pada perdagangan Kamis (2/8/2007) diprediksi akan mengikuti pergerakan bursa regional, yang terinspirasi dari penguatan Wall Street. Investor masih tetap waspada mengingat penguatan saham-saham di Wall Street belum stabil.Pada perdagangan kemarin, Dow Jones Industrial Average (DJIA) akhirnya ditutup menguat dalam sesi perdagangan yang sangat bergejolak. DJIA ditutup naik 150,38 poin (1,14%) ke level 13.362,37. Sementara Nasdaq naik 7,6 poin (0,3%) ke level 2.553,87.Pergerakan saham-saham di Wall Street sendiri belum stabil. Penguatan secara tajam baru diraih pada akhir-akhir sesi. Sempat menguat di awal sesi, melemah, kemudian menguat tajam pada setengah jam sebelum perdagangan selesai.Berikut rekomendasi saham hari ini:Bhakti Securities:Insiden 'US mortgage' memicu sentimen negatif terhadap indeks regional yang mengakibatkan seluruh bursa regional mengalami pelemahan yang kemudian diikuti oleh indeks kita melemah 3,9% menjadi 2,256. Tembusnya support kuat di 2,294 mengindikasikan peluang indeks melemah masih sangat kuat dengan batas support selanjutnya di 2,227. Optima Investama:Indeks terkoreksi karena masalah subprime di Amerika, bursa regional yang anjlok serta data inflasi yang jauh diatas ekspektasi pasar. Panic selling investor domestik seperti snow ball ditambah short selling membuat indeks turun hampir 100 poin. Indeks hari ini masih mengandalkan bursa Dow dan Asia, sehingga harus hati-hati apalagi laporan keuangan dari sebagaina besar emiten sudah keluar. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.220-2.300.
(qom/qom)











































