Jangan Sampai Krisis Karena Panik

Ketua Bapepam-LK:

Jangan Sampai Krisis Karena Panik

- detikFinance
Kamis, 02 Agu 2007 11:02 WIB
Jakarta - Kepanikan pelaku pasar telah menyebabkan IHSG sempat anjlok hingga 92 poin. Investor pun diminta tak panik lagi agar gejolak di pasar finansial tidak berakhir pada krisis.Demikian disampaikan Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany disela-sela seminar mengenai Proses dan Kendala Penerbitan Obligasi Daerah di Kompleks Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/8/2007)."Pelaku pasar kan sudah berpengalaman, selalu ada gejolak indeks naik atau turun. Jangan sampai ada yang istilahnya, krisis yang disebabkan kepanikan itu sendiri. Jadi saya imbau tidak usah panik, tenang saja. Berlakulah dewasa," ujarnya.Investor diminta tidak panik karena lesunya pasar di Indonesia terjadi karena pasar global juga sedang lesu. "Jangan terlalu cepat panik. Kepanikan itu sendiri merupakan penyebab indeks itu juga turun," tambahnya.Fuad memastikan fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih bagus. Semua data statistik ekonomi menunjukkan hal itu."Bukan hanya fundamental ekonomi Indonesia, di level mikro ekonomi, perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa atau emitan mencatat kinerja yang cukup bagus. Itu kan profitnya baik, kinerja makin bagus. Itu saja yang jadi pegangan," sarannya.Fuad membantah gejolak di pasar finansial Indonesia karena adanya transaksi marjin. "Transaksi marjin juga merupakan best practices. Saya tidak berpikir begitu," jelasnya.Mengenai lemahnya pasar perumahan di AS, Fuad menilai seharusnya hal itu tidak membuat pasar global jatuh terlalu dalam."Mestinya yang subprime mortgage itu nggak seharusnya membuat global market jatuh-jatuh banget," tandasnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads