Rupiah & IHSG Kian Tak Berdaya

Rupiah & IHSG Kian Tak Berdaya

- detikFinance
Kamis, 02 Agu 2007 12:14 WIB
Jakarta - Kepanikan di pasar finansial belum juga reda. Rupiah kian terpuruk ke level 9.325 per dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali jatuh 22 poin.Pada perdagangan sesi I, Kamis (2/8/2007), IHSG meleleh 22,745 poin (1,01%) ke level 2.233,563. IHSG sempat dibuka positif pada perdagangan pagi namun akhirnya terseret merahnya bursa regional.Hampir semua bursa di Asia pada perdagangan siang ini tenggelam mulai dari indeks Nikkei, Singapura, Hongkong, hingga Hang Seng.Perdagangan di BEJ pada sesi satu yang didominasi aksi jual mencatat nilai transaksi hingga Rp 2,805 triliun.Saham-saham unggulan yang kembali rontok harganya antara lain, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 5.900, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.475, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 2.550, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 50 menjadi Rp 6.200 dan Timah (TINS) turun Rp 50 menjadi Rp 13.150. Jatuhnya IHSG juga menyeret pelemahan rupiah yang kian dalam. Pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, rupiah lunglai 25 poin ke posisi 9.325 per dolar AS.Investor masih diliputi kecemasan akan anjloknya pasar finansial global menyusul lemahnya pasar kredit perumahan (subprime mortgage) di AS. Meski Dow Jones dan Nasdaq pada penutupan perdagangan Rabu (1/8/2007) waktu AS sudah naik, namun pelaku pasar menilai kenaikan tersebut masih rentan.Sementara Ketua Bapepam-LK, Fuad Rahmany berharap pelaku pasar tidak panik karena pasar global memang sedang lesu. Fuad memastikan fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih bagus. Semua data statistik ekonomi menunjukkan hal itu.Mengenai lemahnya pasar perumahan di AS, Fuad menilai seharusnya hal itu tidak membuat pasar global jatuh terlalu dalam."Mestinya yang subprime mortgage itu nggak seharusnya membuat global market jatuh-jatuh banget," tandasnya. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads