Pasar Finansial Rontok, Industri Reksa Dana Tetap Menarik
Kamis, 02 Agu 2007 15:06 WIB
Jakarta -
Industri reksa dana tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan pasar finansial global. Reksa dana tetap dijadikan investasi jangka panjang."Reksa dana tetap merupakan instrumen investasi jangka panjang, jadi investor tidak perlu khawatir, apalagi penurunan indeks tidak disebabkan oleh faktor fundamental, lebih ke regional. Karena itu investor tidak perlu panik, kalau perlu dia tambah lagi, jadi fluktuasi itu merupakan dinamika pasar," tutur Ketua Asoiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) yang baru Abiprayadi Riyanto dalam makan siang dengan wartawan di sebuah rumah makan, Jakarta, Kamis (2/8/2007).Investor reksa dana khususnya untuk reksadana saham juga diimbau tidak perlu panik dengan penurunan IHSG yang terjadi di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Menurut Abiprayadi, industri ini tidak terpengaruh oleh penurunan indeks saham tersebut. "Tapi kalau untuk NAB pasti turun," tambahnya. Abi mengatakan bahwa sebagai ketua baru APRDI, dia akan memperkuat struktur organisasi dalam industri reksa dana. "Momentum market sedang bagus, jadi ini kesempatan kita untuk berbenah dan konsolidasi," jelasnya. Selain itu, di dalam programnya Abi mengatakan bahwa akan terus melakukan sertifikasi dan standarisasi di pengelolaan reksa dana. "Karena yang terpenting adalah orang menjual dengan benar, jadi skill itu penting sehingga standarisasi akan sama, selama ini sertifikasi sudah berjalan 2 kali, dan September akan ada lagi," ujarnya. Dia juga mengatakan bahwa APRDI sedang menggodok pedoman kode etik bagi agen reksa dana untuk tata kelola yang baik. "Sedang disusun dengan mengumpulkan referensi dari berbagai negara dan akan disesuaikan dengan situasi di Indonesia, misalnya untuk penciptaan produk baru," jelasnya. Abi mengatakan bahwa tantangan atau risiko dari industri reksa dana saat ini, adalah perlunya investor reksa dana di Indonesia meningkatkan informasinya mengenai situasi pasar dan juga ekonomi. "Sebab investasi berubah jika ekonomi berubah," tambahnya. Sementara untuk proyeksi dana kelolaan reksa dana sampai akhir tahun, Abi mengatakan bahwa sampai akhir tahun pertumbuhan dana kelolaan reksa dana mencapai Rp 80 triliun. "Sampai pertengahan tahun 2007 sudah mencapai Rp 73 triliun," jelasnya.
(dnl/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
