Asuransi dan Dana Pensiun Jangan Terpaku di Deposito
Sabtu, 04 Agu 2007 11:01 WIB
Bandung - Lembaga keuangan asuransi dan dana pensiun diminta untuk meragamkan portofolio investasinya, jangan hanya terpaku pada investasi fixed income seperti deposito.Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Djoko Hendratto dalam workshop wartawan pasar modal 'Peran Pengawasan dalam Pengembangan Pasar Modal Indonesia', di Hotel Novotel, Jalan Cihampelas, Bandung, Sabtu (4/8/2007).Saat ini portofolio asuransi di pasar modal atau saham baru 10 persen sementara 71 persen di fixed income.Djoko yang geregetan dengan pola investasi yang hanya diam di fixed income itu pun langsung menyindir manajemen asuransi. "Apa sih kerjanya direksi asuransi, begitu enaknya, digaji tinggi, duduk nyaman," ujarnya.Sama halnya dengan dana pensiun, menurut Djoko, sulit bagi peserta dana pensiun bisa meningkatkan kesejahteraan kalau manajer investasi dana pensiun hanya berinvestasi di pendapatan tetap.Menurutnya, jika dua institusi ini bisa berperan aktif dalam pasar modal di Indonesia maka diharapkan bisa jadi semacam buffer atau penyangga bagi investor asing yang sewaktu-waktu bisa mengalihkan portofolio investasinya.Terlebih saat ini dominasi asing di pasar modal sangat besar, yakni per April 2007 investor asing memiliki 3.725 rekening di bursa senilai Rp 550 triliun dari total 62.289 rekening.
(ddn/ir)











































