Banyak CEO Awam Pasar Modal

Banyak CEO Awam Pasar Modal

- detikFinance
Minggu, 05 Agu 2007 09:54 WIB
Jakarta - Pertumbuhan perusahaan yang go public di Indonesia terhitung rendah di kawasan Asia Tenggara. Bahkan banyak pimpinan perusahaan yang tidak mengerti peran pasr modal bagi perusahaan.Berdasarkan survei Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terhadap 200 responden yang merupakan CEO dari perusahaan di Indonesia, sebanyak 35 persen menyebutkan tidak tahu peran pasar modal bagi perusahaan, 12,4 persen mengaku ingin masuk pasar, dan 1,9 persen mengatakan perlu ada insentif bagi perusahaan yang masuk bursa."That is the fact, banyak yang enggak ngerti peran pasar modal bagi perusahaan itu, jadi apakah iya sih hanya butuh insentif," ujar Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam LK Djoko Hendratto dalam workshop wartawan pasar modal, di Hotel Novotel, Jalan Cihampelas, Bandung, Minggu (5/8/2007). Kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya bursa bagi perusahaan dijadikan kambing hitam minimnya minat perusahaan untuk masuk bursa.Berdasarkan catatan Bapepam-LK, selama tahun 2002 hingga 2007 jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa jauh lebih sedikit dibandingkan dengan di bursa lain di regional. Di Malaysia dalam kurun waktu yang sama ada 152 perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa, di Singapura 153 perusahaan dan di Thailand 87 perusahaan."Salah siapa? Salah kita semua," tukasnya.Djoko mengibaratkan pasar modal sebagai permainan bola. Bola yang kini dimainkan pelaku pasar ukurannya kecil, suplai saham tidak mencukupi, tidak seperti bola yang dimainkan di Eropa yang ukurannya besar.Namun ada optimisme di balik itu, jumlah obligasi korporasi terus meningkat, jumlah total obligasi tersebut hingga april 2007 tercatat sebanyak Rp 65,36 triliun. Artinya pilihan produk investasi semakin beragam.Komposisi investor obligasi juga semakin majemuk. Dana pensiun portfolionya 29,02 persen, lembaga keuangan 19,56 persen, Asuransi 18,3 persen dan reksadana 17,41 persen. (ddn/ard)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads