Awas, Wall Street Tumbang Lagi

Awas, Wall Street Tumbang Lagi

- detikFinance
Senin, 06 Agu 2007 08:22 WIB
Jakarta - Bursa saham di Wall Street menutup akhir pekan lalu dengan menyedihkan. Indeks saham Dow Jones, Nasdaq dan S&P kembali berguguran karena investor ketakutan akan krisis kredit macet sektor perumahan (subprime mortgage) di AS yang berkepanjangan.Pelemahan bursa saham di Wall Street tersebut dikhawatirkan akan menyeret kembali pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (6/8/2007) ini. Investor masih terus waspada mencermati pergerakan bursa regional lainnya. IHSG diprediksi masih sulit untuk keluar dari tren pelemahan.Pelaku pasar global kini masih dihantui kecemasan, krisis tersebut akan berlangsung lama sehingga berdampak pada transaksi saham di Wall Street dan mengganggu perekonomian AS secara keseluruhan.Indeks utama Dow Jones Industrial Average pada penutupan Jumat waktu AS (3/8/2007) tumbang hingga 2,09 persen atau 281,42 poin ke posisi 13.181,91.Indeks Nasdaq jatuh 2,51 persen atau 64,73 poin ke level 2.511,25 dan Standard & Poor's 500 rontok 2,66 persen atau 39,14 poin ke posisi 1.433,06."Semua orang melihat ini adalah permasalahn besar," kata AG Edwards. Direktur Pemasaran Strategis Al Goldman seperti dilansir dari AFP, Senin (6/8/2007)."Faktor lain yang juga menentukan adalah suasana hati investor, apakah mereka melihatnya sebagai gelas setengah penuh atau setengah kosong," lanjut Edwards menanggapi fluktuasi pasar yang turun naik begitu cepatnya.Kekhawatiran di AS juga menular di pasar saham Eropa yang ikut cemas akan nasib perusahaan-perusahaan mereka yang berpusat di AS. Di London indeks FTSE 100 kehilangan 1,21 persen ke posisi 6.244,3.Saham di AS semakin terkulai setelah pemerintah mengeluarkan data tenaga kerja yang tumbuh pelan diluar ekspektasi. Ditambah berita besarnya kredit macet perumahan di American Home Mortgage.Departemen tenaga kerja AS melaporkan 92.000 pertumbuhan pasar tenaga kerja baru di bulan Juli, padahal kalangan ekonom memprediksi pertumbuhan sekitar 135 ribu tenaga kerja baru.Jatuhnya pasar saham membuat harga obligasi naik yang menyebabkan imbal hasil turun 4,7 persen untuk Treasury Bond AS yang berjangka 10 tahun dari sebelumnya 4,753 persen. Investor juga mendapat imbal hasil (yield) yang lebih rendah untuk Treasury Bond jangka waktu 30 tahun sebesar 4,867 persen dari sebelumnya 4,899 persen. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads