Pasar Labil, Transaksi Marjin Saham Tidak Disarankan
Senin, 06 Agu 2007 11:16 WIB
Jakarta -
Fluktuasi yang terjadi di pasar saham global membuat investor harus ekstra waspada mengamankan portofolio investasinya. Transaksi marjin saham pun tidak disarankan karena dinilai sangat berisiko."Dengan kondisi begini investor disarankan keluar dulu. Kecuali kalau mau trading tapi jangan gunakan fasilitas marjin yang banyak dikasih sekuritas sekarang karena pasar sangat volatile dan bisa koreksi tajam," kata Head of Research PT Trimegah Securities Tbk, Arya Satyagraha ketika dihubungi detikFinance, Senin (6/8/2007).Transaksi marjin adalah transaksi yang menggunakan uang pinjaman dari sekuritas untuk membeli saham. Investor membeli saham dengan menggunakan dana dari broker itu, dikenai bunga yang lebih tinggi dari pada bunga bank. Transaksi marjin hanya ditawarkan kepada investor yang memiliki kapabilitas.Hal senada diungkapkan Head of Research Kresna Securities, Adrian Rusmana. Menurut Adrian, dalam kondisi pasar yang jatuh saat ini, transaksi marjin memang sangat berisiko dan sebaiknya tidak digunakan."Transaksi marjin kalau kondisi seperti ini memang enggak ada yang mau karena bisa turun tajam," kata Adrian.Sementara Direktur Perdagangan dan Keanggotaan Bursa Efek Jakarta (BEJ), MS Sembiring mengatakan, pemakaian fasilitas marjin merupakan kewenangan dari investor."BEJ tidak menyarankan kepada investor itu terserah investor, tapi yang penting hati-hati," ujar Sembiring.Menurutnya, investor yang memakai transaksi marjin pastinya sudah memiliki jaminan yang ada di anggota bursa (AB)."Misalkan investor hanya ada uang Rp 50 juta tapi trading sampai Rp 100 juta. Itu pasti sudah ada jaminannya yang Rp 50 juta," tutur Sembiring.
(ir/qom)










































