IHSG Terjatuh Paling Dalam

Sesi Siang

IHSG Terjatuh Paling Dalam

- detikFinance
Senin, 06 Agu 2007 12:07 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan terdalam di antara bursa Asia pada perdagangan sesi siang Senin (6/8/2007) seiring jatuhnya bursa saham global.Indeks Nikkei Jepang turun 0,75 persen, Hang Seng Cina turun 2,34 persen, Kosdaq Korea turun 0,72 persen, Strait Times Index (STI) Singapura turun 3,69 persen, indeks Taiwan turun 1,6 persen dan indeks BSE Sensex India turun 2,12 persen. IHSG bahkan sempat anjlok hingga 107 poin sebelumnya akhirnya melemah 91,565 poin (4,03%) ke posisi 2.178,226 pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (6/8/2007).Nilai transaksi yang mencapai Rp 1,769 triliun didominasi aksi jual saham unggulan besar-besaran. Hanya 3 saham yang mengalami kenaikan harga sisanya 208 saham terpuruk harganya dan 12 saham stagnan.Investor yang panik melepas saham-saham blue chip seperti, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.000 menjadi Rp 17.450, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 450 menjadi Rp 9.700, Timah (TINS) turun Rp 450 menjadi Rp 12.800, Telkom (TLKM) turun Rp 400 menjadi Rp 10.550, dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 200 menjadi Rp 2.300. Head of Research PT Trimegah Securities Tbk, Arya Satyagraha ketika dihubungi detikFinance, Senin (6/8/2007) mengatakan, keterpurukan IHSG ini lebih karena faktor global yang dipicu dari kredit macet perumahan di AS (subprime)."Major correction dan bearish market akan terjadi satu bulan ini. Kondisi volatilitas yang tinggi, dan koreksi yang tajam akan dirasakan selama dua minggu pertama," kata Arya. Sementara Head of Research Kresna Securities, Adrian Rusmana mengatakan penurunan IHSG murni faktor regional dan pelemahan rupiah.Menurutnya saham-saham yang rentan terhadap fluktuasi rupiah sebaiknya dihindari. Karena rupiah yang turun akan membuat ongkos biaya jadi besar misalnya perusahaan perusahaan yang dari impor seperti farmasi.Sedangkan saham yang diuntungkan dari pelemahan rupiah adalah perusahaan ekspor misalanya pertambangan. "Selain itu juga karena faktor ekspektasi BI Rate kemungkinan naik karena bunga negara lain banyak yang naik. Jadi saham yang perlu hati-hati perbankan," tandas Adrian.Sementara rupiah pada pukul 12.00 WIB, turun 79 poin ke posisi 9.347 per dolar AS yang juga terseret pelemahan mata uang regional. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads