Defisit APBN Turun Jadi 1,54%

Defisit APBN Turun Jadi 1,54%

- detikFinance
Senin, 06 Agu 2007 17:01 WIB
Jakarta - Pemerintah dan Panitia Anggaran DPR sepakat menurunkan defisit anggaran menjadi 1,54 persen atau sebesar Rp 58,285 triliun dari sebelumnya 1,7 persen. Defisit akan dibiayai dengan pembiayaan yang bersumber dari dalam dan luar negeri.Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat dengan Panitia Anggaran DPR RI, Gedung DPR, Senayan, Jakarta (6/8/2007). "Pembiayaan dalam negeri Rp 70,825 triliun, sedangkan pembiayaan luar negeri sebesar Rp 12,54 triliun," jelasnya. Untuk pembiayaan luar negeri terdiri dari perbankan dalam negeri sebesar Rp 10,621 triliun, dan non perbankan dalam negeri yang sebesar Rp 60,204 triliun yang turun dari RAPBN-P yang sebesar Rp 63,938 triliun. Sedangkan untuk pembiayaan luar negeri (neto) terdiri penarikan pinjaman luar negeri sebesar Rp 42,21 triliun atau turun dari RAPBN-P yang sebesar Rp 42,443 triliun, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang sebesar Rp 54,75 triliun. Untuk defisit ini DPR memberikan catatan bahwa pemerintah harus segera melakukan program restrukturisasi terhadap tunggakan Rekening Dana Investasi (RDI) dan Rekening Pembangunan Daerah (RPD). Lalu catatan yang kedua adalah mengurangi penerbitan SBN neto sebesar Rp 3,734 triliun sesuai dengan kondisi pasar.Pemerintah dan DPR juga sepakat untuk menurunkan perkiraan realisasi subsidi listrik menjadi Rp 32,444 triliun. Subsidi BBM dan elpiji juga diturunkan menjadi Rp 55,604 triliun dengan volume konsumsi BBM dan elpiji sebesar 36,35 miliar liter.Asumsi-asumsi makro yang disepakati, pertumbuhan ekonomi tahun 2007 sebesar 6,3 persen, suku bunga SBI 3 bulan sebesar 8 persen, inflasi turun menjadi 6 persen, nilai tukar turun menjadi Rp 9.050 dari 9.100 (RAPBN-P)), harga minyak US$ 60 per barel, lifting minyak 0,95 juta barel, dan PDB sebesar Rp 3.761 triliun. (dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads