Tol Jembatan Tiga Terbakar, CMNP Masih Hitung Kerugian

Tol Jembatan Tiga Terbakar, CMNP Masih Hitung Kerugian

- detikFinance
Rabu, 08 Agu 2007 14:23 WIB
Jakarta - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sampai saat ini masih menghitung jumlah kerugian menyusul kebakaran hebat di pemukiman liar yang berada di kolong tol Jembatan Tiga, Jakarta Utara, pada Selasa 8 Agustus."Belum bisa kita ungkapkan, masih kita lihat dulu," ujar Dirut PT CMNP Daddy Hariadi kepada detikFinance, Rabu (8/8/2007). Kebakaran itu telah membuat konstruksi interchange (simpang susun) Pluit memprihatinkan. CMNP yang merupakan operator jalan tol ruas Cawang-Pluit pun menurunkan tim untuk meneliti kelayakan interchange itu.Sebab akibat kebakaran tersebut, sekitar 18 girder (balok penyangga), 4 tiang penyangga dan satu gerbang tol rusak berat, sehingga dapat membahayakan struktur jalan.Saat itu, api menjilat dari bawah dan membakar kolong tol sepanjang 140 meter di kedua arah, baik dari Pluit ke Kemayoran maupun Kemayoran ke Pluit."Saya belum bisa menjelaskan (kondisi konstruksi) sekarang seperti apa. Tapi tim peneliti kita dari Departemen Pekerjaan Umum dan konsultan independen Wiratman & Associates sudah mulai turun ke lapangan hari ini," ungkap Daddy mengaku tidak tahu berapa lama tim yang diturunkan itu akan bekerja di lapangan. Yang pasti tim ini akan mengecek layak tidaknya jalur itu, bisa tidaknya kondisi jalan diperbaiki."Dan, apakah perlu dibangun kembali atau tidak, karena ini kan menyangkut keamanan. Karena kita takut seperti kejadian jembatan di Mississippi, AS (ambruk)," tutur Daddy.Kekhawatiran Daddy cukup beralasan, karena kebakaran yang terjadi sangat hebat. Bahkan temperaturnya sempat mencapai 700 derajat celsius. "Besi betonnya sampai pada nongol," ujarnya.Karena itu, untuk sementara ini penggunaan jalur jalan tersebut dibatasi. Menurut Daddy, hanya satu jalur bagian tengah saja yang digunakan di dua jalan tersebut. Sebab bagian pinggir jalan, akibat dijilat api, kondisinya tidak memungkinkan dilalui kendaraan."Kita khawatir terjadi yang tidak diinginkan, karena kan ada getaran (jika kendaran lewat), jadi kita batasi," katanya. (umi/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads