SBY Puas Secondary Offering BNI
Kamis, 09 Agu 2007 11:12 WIB
Jakarta - Meski gagal mendapat harga tertinggi pada penawaran saham kedua PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku cukup puas dengan proses penjualan saham bank berpelat merah itu.Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai melapor ke Presiden SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (9/8/2007)."Alhamdulillah IPO berjalan baik. Saat ini sedang suspend, karena Seninmulai akan diperdagangkan di BEJ. RI 1 (SBY) merasa puas dan mengerti dengan kondisi pasar yang sulit ini. Angka subscribe BNI amat memuaskan," ujarnya.Sofyan menuturkan dana yang akan diperoleh pemerintah dari penjualan saham itu sebesar Rp 4 triliun lebih. Sofyan menyadari bahwa saat penawaran BNI, pasar global lagi jatuh yang dipicu kasus macetnya kredit perumahan.Dirut BNI Sigit Pramono mengatakan investor yang ingin membeli saham pada saat masa pengumpulan minat atau bookbuilding membludak."Secara umum saham BNI angkanya baru diketahui setelah senin. Tapi pesanansaat bookbuilding sudah oversubscribe. Berapa banyak yang oversubscribe, baru bisa diketahui Senin," ujarnya.
(ddn/ir)











































