BEJ Incar Merger dengan BBJ

BEJ Incar Merger dengan BBJ

- detikFinance
Kamis, 09 Agu 2007 11:25 WIB
Jakarta - Setelah merger dengan Bursa Efek Surabaya (BES) yang akan diresmikan tahun ini, pihak Bursa Efek Jakarta (BEJ) juga mengincar Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) untuk ikut digabungkan.Hal tersebut disampaikan Dirut BEJ Erry Firamasyah di sela-sela seminar pasar modal di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/8/2007). "Target kita kedepan juga menggabungkan BBJ," kata Erry.Penggabungan itu, menurut Erry, akan lebih menghemat biaya seperti biaya IT, sosialisasi, pemasaran dan edukasi.Erry menjelaskan, di luar negeri seperti di Singapura, bursa yang ada sudah terintegerasi antara bursa saham, bursa obligasi, bursa derivatif dan bursa berjangka.Menanggapi hal tersebut Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud mengatakan, merger BEJ dengan BBJ tidak akan bisa dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini karena regulasi yang mengatur kedua bursa tersebut berbeda."Seharusnya memang begitu (dimerger) tapi tidak bisa karena UU-nya beda UU Pasar Modal dan UU Perdagangan Berjangka," tutur Hasan.Menurut Hasan jika akan dimerger maka urutan yang harus disinkronkan adalah regulasi dan otoritas. Seperti halnya di Malaysia dan Singapura yang otoritas dan regulasinya sudah terintegerasi."Di Malaysia ada security officer dan di Singapura ada mandatory otority, di Indonesia sebelumnya ada rencana OJK (otoritas jasa keuangan) tapi untuk bisa terbentuk kan harus diintegerasikan antara perbankan, pasar modal dan pasar berjangka," papar Hasan.Hasan mengaku dirinya akan mendukung jika ada rencana merger antara BEJ dan BBJ. "Saya sendiri pro penggabungan," cetusnya. (ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads